<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544</id><updated>2012-01-20T01:51:41.582-08:00</updated><category term='Tanda Kekuasaan Alloh'/><category term='Dakwah'/><category term='Khutbah'/><category term='Idul Adha'/><category term='lowongan'/><category term='Keluarga'/><category term='Others'/><category term='Tips'/><category term='informasi'/><category term='Bayi kita'/><category term='Poligami'/><category term='Berita'/><category term='Birul Walidain'/><title type='text'>Menuju Keluarga Sakinah</title><subtitle type='html'>Blog ini banyak bercerita tentang keluarga. Kalau ada istilah Keluarga Sakinah, saya berharap dari blog ini pembaca mendapatkan sesuatu untuk membantu menggapainya, walau dalam kapasitas yang tidak seberapa. Semoga dari blog ini ada kebaikan yang dapat diambil.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-1078124735586238914</id><published>2012-01-20T01:46:00.000-08:00</published><updated>2012-01-20T01:46:23.594-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='informasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>FENOMENA FACEBOOK.... Sebuah Nasihat yang sangat bagus dan berarti bagi semua pengguna Facebook...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-whhpwE4aBFU/Txk2gGLnuNI/AAAAAAAAAP4/Wtxe4FKF2q8/s1600/nasihat+fesbuk.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="217" src="http://3.bp.blogspot.com/-whhpwE4aBFU/Txk2gGLnuNI/AAAAAAAAAP4/Wtxe4FKF2q8/s320/nasihat+fesbuk.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ketiga lagi mbuka fesbuk, saya nyantol di sebuah catatan yang ternyata sungguh bagus nasihatnya buat semua fesbukers.. Telah sekian lama pula saya memikirkan hal itu, juga rasanya risih jika ada para fesbukers yang membuat status yang tidak sepantasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya saya tergerak untuk menshare catatan/nasihat tersebut. Semoga bermanfaat. Aamiin. Berikut catatan yang saya maksudkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;Tanpa kita sadari, setan   menggangu  kita melalui situs ini. Jika kita tidak berhati-hati dan   koreksi diri  kita dapat terjerumus dalam berbagai dosa &amp;amp; maksiat.   Demi Masa,  sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi, kecuali   orang-orang yang  beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat    menasehati supaya  mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya   menetapi  kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika    seorang celebritis dengan  bangga menjadikan kehamilannya di luar    pernikahan yang sah sebagai  ajang sensasi setan yang ditunggu-tunggu    ...’siapa calon bapak si  jabang bayi?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kabar yang    lebih menghebohkan,  lagi-lagi seorang celebritis yang belum resmi    berpisah dengan  suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama    pria lain, dan  dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wuiih......mungkin    kita bisa  berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu,   penuh  sensasi.  Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi,    aktivitasnya  diberitakan dan dinikmati oleh publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wuiiih......ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, &lt;b&gt;ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya, apapun, diketahui orang&lt;/b&gt; , dikomentarin orang bahkan mohon maaf ....’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena itu bernama &lt;b&gt;facebook&lt;/b&gt;  ,   setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa   dinikmati   dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang   semestinya   menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di   statusnya.   Lihat saja beberapa status facebook :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita menuliskan &lt;b&gt;“Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya.....?”&lt;/b&gt; ------ kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan &lt;b&gt;“Mau ditemanin? Dijamin puas deh...”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita lainnya menuliskan &lt;b&gt;“Bangun tidur, badan sakit semua, biasa....habis malam jumat ya begini...”&lt;/b&gt; kemudian komen2 nakal bermunculan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menulis “ &lt;b&gt;bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi....&lt;/b&gt; ”, ----kemudian komen2 pelecehan bermunculan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  pula yang komen di wall temannya “ &lt;b&gt;eeeh ini si anu ya ...., yang dulu  dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu....” &lt;/b&gt; ----lupa  klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang  laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya &lt;b&gt;“habis minum jamu  nih...., ada yang mau menerima tantangan ?&lt;/b&gt; ’----langsung berpuluh2 komen  datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang nulis “&lt;b&gt; mau tidur nih, panas banget...bakal tidur pake dalaman lagi nih&lt;/b&gt; ” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ribuan status-status yang numpang jahilliyah dan pengin ada komen-komen dari lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada    yang lebih kejam dari sekedar  status facebook, dan herannya seakan    hilang rasa empati dan  sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal  yang   semestinya di tutup  dan tidak perlu di tampilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang    wanita dengan nada guyon  mengomentarin foto yang baru sj di upload  di   albumnya, foto-foto saat  SMA dulu setelah berolah raga memakai  kaos dan   celana  pendek.....padahal sebagian besar yg di dalam foto  tersebut  sudah   berjilbab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang karyawati  mengupload  foto  temannya  yang sekarang sudah berubah dari kehidupan  jahiliyah  menjadi  kehidupan  islami, foto saat dulu jahiliyah bersama  teman2  prianya  bergandengan  dengan ceria....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula  seorang pria meng  upload  foto  seorang wanita mantan kekasihnya dulu  yang sedang dalam  kondisi  sangat  seronok padahal kini sang wanita  telah berkeluarga dan  hidup  dengan  tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya  hilang apa yang diajarkan   seseorang yang  sangat dicintai Allah....,  yaitu Muhammad shallallahu   'alaihi wa sallam,  Rasulullah kepada  umatnya. &lt;b&gt;Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya&lt;/b&gt; . Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah radhiyallahu 'anha:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“    Wahai Aisyah apa yang dapat saya  makan pagi ini?” maka Istri  tercinta,   sang Humairah, sang pipi merah  Aisyah menjawab, “ Rasul,  kekasih  hatiku,  sesungguhnya tidak ada yang  dapat kita makan pagi  ini”. Rasul  dengan  senyum teduhnya berkata,  “Baiklah Aisyah, aku  berpuasa hari  ini”. &lt;b&gt;Tidak perlu orang tahu&lt;/b&gt; bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah    Abdurahman bin Auf  radhiyallahu 'anhu mengikuti Rasulullah berhijrah    dari mekah ke  madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian    hartanya, dan  sebagian rumahnya, maka abdurahman bin auf mengatakan,    tunjukan saja  saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan    kemuliaan  hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu  indikator   keimanan  seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu  itu   sebahagian dari  iman”. (Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  fenomena   di atas menjadi Tanda  Besar buat kita umat Islam, hegemoni  ‘kesenangan   semu’ dan dibungkus  dengan ‘persahabatan fatamorgana’  ditampilkan  dengan  mudahnya celoteh  dan status dalam facebook yang &lt;b&gt;melindas semua tata krama tentang malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga&lt;/b&gt; .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menegaskan dengan sindiran keras kepada kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.”&lt;/b&gt; (Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arogansi    kesenangan semakin  menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah   mengungkit  kembali aib-aib  masa lalu melalui foto-foto yang tidak   bermartabat yang  semestinya  dibuang saja atau disimpan rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi   mereka  para wanita yang  menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya   oleh Allah  sehingga saat  di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter   inqilabiyah –  tershibghoh,  tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, &lt;b&gt;hatinya teriris&lt;/b&gt; melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka    jagalah kehormatan diri kita,  simpan rapat keluh kesah kita, simpan    rapat aib-aib diri, jangan  bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat    Iffah kita luntur tak  berbekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***"    Iffah (bisa berarti  martabat/kehormatan) adalah bahasa yang lebih   akrab  untuk menyatakan  upaya penjagaan diri ini. Iffah sendiri  memiliki  makna  usaha  memelihara dan menjauhkan diri dari hal-hal yang  tidak  halal,  makruh  dan tercela."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : FTJAI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Asli : Ketika Iffah mulai luntur (dibalik fenomena facebook)&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa    orang sering dgn mudahnya  meng-up date status mereka dgn kata-kata  yg   tidak jelas" entah apa  tujuannya selain untuk numpang beken, cari    perhatian dan pengin ada  komen-komen dari lainnya".&lt;br /&gt;&amp;gt; Dingin . . .&lt;br /&gt;&amp;gt; B.E.T.E. . . .&lt;br /&gt;&amp;gt; Capek&lt;br /&gt;&amp;gt; Puanass buaget neh !&lt;br /&gt;&amp;gt; Arghhh .. . !!!!&lt;br /&gt;&amp;gt; Gile tuh org !&lt;br /&gt;&amp;gt; . . .&lt;br /&gt;&amp;gt; Aku masih menanti . . .&lt;br /&gt;etc....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***************************************************************&lt;br /&gt;Mohon kiranya untuk men-tag ataupun men-sharing artikel ini dengan orang yang Anda kasihi demi kebaikan kita bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.”( HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ada kebaikan dalam catatan ini, maka sebaiknya mari kita SEBARKAN untuk dibaca oleh orang yg kita cintai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang    yang menyeru  (menyuruh/menasehatkan) kepada kebaikan akan memperoleh    pahala seperti  orang yang mengamalkan seruannya, tanpa mengurangi  pahala   orang yang  mengamalkan sedikitpun. Sebaliknya, orang yang  menyeru   kejahatan akan  mendapatkan dosa seperti orang yang  mengamalkannya, tanpa   mengurangi  dosa orang yang mengamalkannya  sedikitpun.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(M. H. Anggana Deh).&lt;br /&gt;--------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tambahan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Waktu yang Sia-sia Di Depan Facebook&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,    inilah yang kami  ingatkan untuk para pengguna facebook. Ingatlah    waktumu! Kebanyakan  orang betah berjam-jam di depan facebook, bisa    sampai 5 jam bahkan  seharian, namun mereka begitu tidak betah di depan    Al Qur’an dan  majelis ilmu. Sungguh, ini yang kami sayangkan bagi    saudara-saudaraku  yang begitu gandrung dengan facebook. Oleh karena  itu,   sadarlah!!&lt;br /&gt;Semoga beberapa nasehat ulama kembali menyadarkanmu tentang waktu dan hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Asy Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku    pernah bersama dengan seorang  sufi. Aku tidaklah mendapatkan  pelajaran   darinya selain dua hal.  Pertama, dia mengatakan bahwa waktu  bagaikan   pedang. Jika kamu tidak  memotongnya (memanfaatkannya), maka  dia akan   memotongmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan dari perkataan Imam Asy Syafi’i di atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian    orang sufi tersebut  menyebutkan perkataan lain: Jika dirimu tidak    tersibukkan dengan  hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan    dengan hal-hal yang  sia-sia (batil).” (Al Jawabul Kafi, 109, Darul  Kutub   Al ‘Ilmiyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waktu    manusia adalah umurnya yang  sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu    yang dimanfaatkan untuk  mendapatkan kehidupan yang abadi dan penuh    kenikmatan dan terbebas  dari kesempitan dan adzab yang pedih.  Ketahuilah   bahwa berlalunya  waktu lebih cepat dari berjalannya awan  (mendung).   Barangsiapa yang  waktunya hanya untuk ketaatan dan  beribadah pada Allah,   maka itulah  waktu dan umurnya yang sebenarnya.  Selain itu tidak  dinilai  sebagai  kehidupannya, namun hanya teranggap  seperti kehidupan  binatang   ternak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ingatlah … Kematian Lebih Layak Bagi Orang yang Menyia-nyiakan Waktu.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim mengatakan perkataan selanjutnya yang sangat menyentuh qolbu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika    waktu hanya dihabiskan untuk  hal-hal yang membuat lalai, untuk  sekedar   menghamburkan syahwat (hawa  nafsu), berangan-angan yang  batil, hanya   dihabiskan dengan banyak  tidur dan digunakan dalam  kebatilan, maka   sungguh kematian lebih layak  bagi dirinya.” (Al  Jawabul Kafi, 109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Marilah Memanfaatkan Facebook untuk Dakwah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah    pemanfaatan yang paling  baik yaitu facebook dimanfaatkan untuk  dakwah.   Betapa banyak orang  yang senang dikirimi pesan nasehat agama  yang  dibaca  di inbox, note  atau melalui link mereka. Banyak yang  sadar dan  kembali  kepada jalan  kebenaran karena membaca  nasehat-nasehat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah   orang yang bermanfaat  bagi  orang lain apalagi dalam masalah agama yang   dapat mendatangkan   kebahagiaan di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;خيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebaik-baik manusia adalah yang paling memberikan manfaat bagi orang lain.” (Al Jaami’ Ash Shogir, no. 11608)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Mas’ud Al Anshori, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa    memberi petunjuk pada  orang lain, maka dia mendapat ganjaran    sebagaimana ganjaran orang  yang melakukannya.” (HR. Muslim).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;لأَنْ يَهْدِىَ اللَّهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika    Allah memberikan hidayah  kepada seseorang melalui perantaraanmu maka    itu lebih baik bagimu  daripada mendapatkan unta merah (harta yang  paling   berharga orang Arab  saat itu).” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah    saudaraku, bagaimana jika  tulisan kita dalam note, status, atau link   di  facebook dibaca oleh 5,  1o bahkan ratusan orang, lalu mereka   amalkan,  betapa banyak pahala  yang kita peroleh. Jadi, facebook jika   dimanfaatkan  untuk dakwah  semacam ini, sungguh sangat bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penutup: Nasehat Bagi Para Pengguna Facebook&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faedah dari perkataan Imam Asy Syafi’i:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika    dirimu tidak tersibukkan  dengan hal-hal yang baik, pasti akan    tersibukkan dengan hal-hal yang  sia-sia (batil)”.(Al Jawabul Kafi, 109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami    hanya bisa berdoa kepada  Allah, semoga Allah memberikan taufik dan    hidayah bagi orang yang  membaca tulisan ini. Semoga kita dimudahkan  oleh   Allah untuk  memanfaatkan waktu dengan baik, dalam hal-hal yang    bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi  tatimmush    sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala  alihi wa    shohbihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Jawabul Kafi, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah&lt;br /&gt;Al Qowa’id wal Ushul Al Jaami’ah, Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, Darul Wathon Lin Nasyr&lt;br /&gt;Jam’ul Mahshul fi Syarhi Risalah Ibni Sya’di fil Ushul, Abdullah bin Sholeh Al Fauzan, Dar Al Muslim&lt;br /&gt;Risalah Lathifah, Abdurrahman bin Nashir As Sa’di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Al Faqir Ilallah: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;Disusun di Mediu Learning Center, Rabu, 10 Jumadits Tsani 1430 H&lt;br /&gt;----------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi    teman-teman yang ingin share,  silakan langsung saja. Semoga Allah    Ta'ala membalas partisipasi  teman-teman sekalian dengan kebaikan yang    banyak dan memberkahi  teman-teman sekalian, Allahuma amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;وَالْعَصْرِ    إِنَّ  الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا     الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi    masa. Sesungguhnya manusia  itu benar-benar berada dalam kerugian,    kecuali orang-orang yang  beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat    menasihati supaya  mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya    menetapi kesabaran."  (Al-'Ashr: 1-3)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-1078124735586238914?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/1078124735586238914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=1078124735586238914&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/1078124735586238914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/1078124735586238914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2012/01/fenomena-facebook-sebuah-nasihat-yang.html' title='FENOMENA FACEBOOK.... Sebuah Nasihat yang sangat bagus dan berarti bagi semua pengguna Facebook...'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-whhpwE4aBFU/Txk2gGLnuNI/AAAAAAAAAP4/Wtxe4FKF2q8/s72-c/nasihat+fesbuk.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-6271519769516304359</id><published>2011-09-12T02:32:00.000-07:00</published><updated>2011-09-12T22:19:55.224-07:00</updated><title type='text'>Ketika Khitbah Ditolak</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-YSAeyE_RQiM/Tm3N2ZzrmNI/AAAAAAAAAPU/oGB83tr5DW4/s1600/lamaran.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-YSAeyE_RQiM/Tm3N2ZzrmNI/AAAAAAAAAPU/oGB83tr5DW4/s1600/lamaran.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pernah tidak ta’ruf atau khitbah anda di tolak ? atau anda mendapatkan  pesan yang maksudnya hampir sama dengan tulisan di bawah ini :“Maaf  Akhi, bukannya saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi rasanya kita  cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. ini terlalu cepat bagi  saya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda mendapatkan pesan seperti di atas, itu masih  mendingan. berarti ada kemugkinan anda di tolak karena, akhwat itu belum  siap. Berarti kemungkinan masih ada kesempatan yang kedua kalinya. Tapi  bagaimana kalau isi pesannya seperti ini :&lt;br /&gt;“Maaf Akhi, bukannya  saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi rasanya kita cukup menjalin  ukhuwah saja dalam perjuangan. Saya doakan semoga akhi menemukan  pasangan lain yang lebih baik dari saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau yang lebih parahnya seperti ini :&lt;br /&gt;“Maaf Akhi, bukannya saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi  rasanya kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. Saya rasa  saya akhi tidak baik bagi saya, ngga level githu lho..!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ta’ruf  atau khitbah anda di tolak. Anda mungkin pernah merasakan hal tersebut.  Yaitu mana kala perasaan anda ke seseorang itu bertepuk sebelah tangan.  Serasa bumi ini mau runtuh, langit mau terbelah.&lt;br /&gt;Tapi jangan  khwatir, mana kala anda mengalami perasaan di atas, santai saja. Bumi  ini tak seperti jeruji penjara yang anda kira. Asal teman teman sekalian  ketahui, bahwasanya dunia ini luas. Masih banyak kok, akhwat di luar  sana yang menunggu kedatangan anda. Serius. Yang anda butuhkan itu  hanyalah usaha anda, kesiapan anda, tawakkal, doa, dan keyakinan anda  bahwasanya anda akan mendapat pendamping hidup yang baik menurut Allah  untuk Anda.&lt;br /&gt;Angap saja di tolak itu biasa. Jangan terlalu di  pikirkanlah. Jangan sampai gara gara ini, anda mau bunuh diri dengan  gantung diri. Atau anda sudah tidak percaya lagi sama wanita dan  menganggap “wanita racun dunia”.&lt;br /&gt;Mana kala anda termasuk yang mengalami hal di atas, santai saja kawan.&lt;br /&gt;Di sini ada beberapa resep obat yang mungkin bisa membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ta’ruf atau khitbah anda di tolak, jangan kuatir. Kami memberi resep  yang Insya Allah mujarab bagi anda, biar hidup anda tidak di landa  malapetaka yang dahsyat.&lt;br /&gt;Bersiap untuk diterima atau ditolak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ada 2 kemungkinan ketika kita mengkhitbah akhwat, yaitu  diterima/ditolak. Jadi kita harus siap dengan 2 kemungkinan tersebut.  Selama ini banyak diantara kita yang belum siap untuk merasa kecewa.  makanya kesiapan itu penting&lt;br /&gt;“Menakjubkan perkara seorang mukmin,  sesungguhnya urusannya seluruhnya baik dan tidaklah hal itu dimiliki  oleh seseorang kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat nikmat ia  bersyukur maka hal itu baik baginya, dan jika menderita kesusahan ia  bersabar maka hal itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditolak bukan aib&lt;br /&gt;Manakala ditolak tidak usah malu, bukan cuma kita yang pernah ditolak,  banyak ikhwan yang ‘senasib’ dan ‘sependeritaan’. Bukankah apa yang kita  lakukan adalah sesuatu yang benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hargai keputusannya&lt;br /&gt;Marah-marah karena lamaran tertolak? Mendoakan keburukan pada akwat yang  menolak kita? Itu bukan sikap seorang muslim yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta membutuhkan waktu&lt;br /&gt;Maukah ukhti menjadi istri saya? Saya tunggu jawaban ukhti dalam waktu 1  X 24 jam!” Masya Allah, cinta bukanlah martabak telor yang bisa di  tunggu waktu matangnya. Jangan terlalu percaya diri yang berlebihan&lt;br /&gt;Percaya diri itu harus, tapi overselfconfidence adalah kesalahan. Jangan  terlalu percaya diri bahwa lamaran antum diterima. Perjodohan adalah  perkara gaib. Tanpa ada seorang pun yang tahu kapan dan dengan siapa  kita akan berjodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beri cinta kesempatan (lagi)&lt;br /&gt;“…….dan  jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus  asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” ( QS. Yusuf[12]:87 )&lt;br /&gt;Bersedih hati karena gagal bersanding dengan dambaan hati wajar adanya.  Tapi bukan alasan untuk menyurutkan langkah bro. Dunia ini luas,  demikian pula dengan orang-orang yang mencintai kita. Bila hari ini  Allah belum mempertemukan kita dengan orang yang kita cintai, insyaAllah  ia akan datang esok atau lusa, atau kapanpun ia menghendaki, itu adalah  bagian dari kekuasaanNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika melamar kepada kalian seseorang  yang kalian ridho agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah ia, bila  kalian tidak melakukannya maka akan ada fitnah di muka bumi dan  kerusakan yang nyata” (HR. Turmudzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Page Sebelum Engkau Halal Bagiku II on facebook&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-6271519769516304359?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/6271519769516304359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=6271519769516304359&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/6271519769516304359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/6271519769516304359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2011/09/ketika-khitbah-ditolak.html' title='Ketika Khitbah Ditolak'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-YSAeyE_RQiM/Tm3N2ZzrmNI/AAAAAAAAAPU/oGB83tr5DW4/s72-c/lamaran.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-1304550783169873696</id><published>2011-07-03T08:50:00.000-07:00</published><updated>2011-07-03T09:17:53.678-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='informasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>ALUMNI SMPN 1 GIO  on facebook</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-sqdPlf6fUsA/ThCUD_aIS0I/AAAAAAAAAO4/Eoc38kpH8_U/s1600/smpn%2Bgio.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 116px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-sqdPlf6fUsA/ThCUD_aIS0I/AAAAAAAAAO4/Eoc38kpH8_U/s200/smpn%2Bgio.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5625158730867297090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Facebook...? Kata itu telah begitu akrab di telinga. Yang kita bicarakan manfaat positifnya, banyak hal yang dapat kita ambil darinya. Mau menyapa saudara jauh, pengin kontak rekan bisnis, bahkan ada yang ketemu jodoh. Ada pula orang tua yang berhasil menemukan anaknya yang telah lama hilang.&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak kalah nge-trend adalah perkumpulan alumni. Ikatan persaudaraan dapat dirakit kembali, acara reuni bisa bergulir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara tentang temu alumni di dunia maya, aku juga punya group yang cukup menarik nich...&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;"&lt;a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=oa.132072970208830&amp;success=1&amp;failure=0#!/home.php?sk=group_120584971357630" target="new"&gt;ALUMNI SMPN 1 GIO&lt;/a&gt;"&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;. Membernya sangat familar, banyak joke, saling perhatian &amp;amp; penuh nuansa kekeluargaan. Bagi rekan yang kebetulan satu alumni denganku, silahkan join.. so pasti ditanggung asyiik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-1304550783169873696?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/1304550783169873696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=1304550783169873696&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/1304550783169873696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/1304550783169873696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2011/07/alumni-smpn-1-gio-on-facebook.html' title='ALUMNI SMPN 1 GIO  on facebook'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-sqdPlf6fUsA/ThCUD_aIS0I/AAAAAAAAAO4/Eoc38kpH8_U/s72-c/smpn%2Bgio.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-5656225562219240165</id><published>2011-01-31T21:49:00.000-08:00</published><updated>2011-01-31T21:59:38.178-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Setialah Bersamanya!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/TUegh6o_9cI/AAAAAAAAAOU/uYQqAc66c0g/s1600/muslimah.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/TUegh6o_9cI/AAAAAAAAAOU/uYQqAc66c0g/s200/muslimah.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568595968804255170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kisah teladan yang dapat kita ambil hikmahnya, tentang arahan Nabi Ibrahim untuk puteranya, Nabi Ismail dalam hal memilih pendamping yang baik, yang bisa mensyukuri atas segala keadaan yang menjadi ketetapan dariNya. Disarikan dari tulisan Anung Umar di Oase Iman Era Muslim. Semoga bermanfaat.&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama tak berjumpa dengan istri dan anaknya tercinta, Ismail عليهما السلام, kini Nabi Ibrahim عليه السلام mendapatkan kesempatan untuk bertemu keduanya. Tak bisa dibayangkan bagaimana gembiranya beliau ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, tatkala kakinya menginjak kota Mekah, alangkah terkejutnya beliau ketika mendengar bahwa ibu Ismail yang juga istrinya tercinta sudah dahulu dipanggil Rabbnya, sedangkan Ismail yang dahulu ditinggalkan dalam keadaan masih mungil ternyata sudah dewasa dan sudah menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau pun bertanya kepada orang-orang yang ada di Mekah tentang rumah Ismail عليه السلام , akhirnya ditunjukkanlah letak rumah ismail عليه السلام . Maka beliau pun mendatanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di depan pintu, beliau mengucapkan salam. Terdengar jawaban dari dalam rumah dan pintu pun dibuka lalu keluarlah seorang wanita yang ternyata ia adalah isteri Ismail عليه السلام . Nabi Ibrahim عليه السلام bertanya kepadanya tentang Ismail عليه السلام . Ia menjawab bahwa ismail عليه السلام sedang berburu untuk makan sehari-hari keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau bertanya tentang kehidupan rumah tangganya sehari-hari. Ia menjawab, “Kami dalam keadaan yang tidak baik, kami hidup susah dan sengsara. “ Istri Ismail عليه السلام berkeluh kesah kepada Nabi Ibrahim عليه السلام . Kemudian beliau pun menitip pesan untuk anaknya, “Kalau datang suamimu, sampaikanlah salam dariku dan katakan kepadanya hendaknya ia mengganti bendul/kayu pintu sebelah bawahnya. “ Beliau pun pamit dan pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Ismail pulang dari berburu, ia seperti merasakan ada orang yang berkunjung. Ia pun bertanya kepada istrinya, “Apakah ada orang yang datang ke sini tadi? “ Istrinya menjawab, “Ya, tadi ada orang tua yang ciri-cirinya begini dan begitu, dia bertanya tentangmu, maka aku kabarkan tentang kepergianmu. Kemudian ia bertanya juga tentang kehidupan rumah tangga kita, lalu aku kabarkan kepadanya kalau kita hidup susah dan sengsara. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ismail bertanya, “Apakah ia memberikan sesuatu pesan kepadamu?“ ia menjawab, “Ya, ia memintaku untuk menyampaikan salam untukmu kemudian ia berpesan untukmu, ‘gantilah bendul pintumu!’ Ismail kaget lalu berkata, “Itu bapakku, ia memerintahkanku untuk menceraikanmu, kalau begitu kembalilah kamu ke keluargamu. “ Maka ismail pun menceraikannya, lalu ia menikah lagi dengan wanita lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak beberapa lama Ibrahim pun berkunjung kembali ke rumah Ismail. Dan kembali, ia tidak menjumpainya. Ia hanya mendapati isterinya di rumah. Ia pun bertanya tentang Ismail. Perempuan itu menjawab, “Ia sedang keluar berburu untuk makan sehari-hari keluarga “ Kemudian beliau bertanya, “Bagaimana keadaan kalian? “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu menjawab, “Kehidupan kami sehari-hari baik dan lapang.“ Wanita itu memuji Allah lalu menceritakan tentang kehidupan rumah tangga yang ia jalani dengan lancar. Setelah mendengar penuturannya, Nabi Ibrahim berkata kepadanya, “Kalau datang suamimu, sampaikanlah salam dariku untuknya dan mintalah dia untuk mempertahankan bendul pintunya. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Ismail pulang dari berburu, ia merasakan seperti kejadian sebelumnya. Seperti ada orang yang berkunjung ke rumahnya. Ia pun bertanya kepada istrinya, “Apakah ada orang yang datang ke sini tadi?“ Istrinya menjawab, “Ya, tadi ada orang tua yang penampilannya baik-istrinya memuji orang itu- , ia bertanya tentangmu, maka aku kabarkan tentang kepergianmu. Kemudian ia bertanya juga tentang kehidupan rumah tangga kita sehari-hari, lalu aku kabarkan kepadanya kalau kehidupan kita baik-baik saja. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ismail bertanya, “Apakah ia memberikan sesuatu pesan kepadamu?“Ia menjawab, “Ya, ia menyampaikan salam untukmu dan memerintahkanmu untuk mempertahankan bendul pintumu.’ Ismail kaget lalu berkata, “Itu bapakku,yang ia maksudkan bendul itu adalah kamu, ia memerintahkanku untuk mempertahankanmu. “ Ini sepenggal kisah dari hadits yang panjang riwayat Bukhari no: 3364&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah di atas terdapat pelajaran tentang dua wanita berbeda dalam satu keadaan. Mereka sama-sama memiliki suami yang baik, sama-sama prihatin dan sama-sama 'menderita' dalam kehidupan rumah tangga mereka. Akan tetapi yang satu merasa sengsara dan berkeluh kesah tentang kehidupan yang ia jalani sedangkan yang satu lagi merasa bahagia dan bersyukur atas kehidupan yang ia jalani. Tidak syak lagi, ini menunjukkan perbedaan kualitas antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki yang saleh tentu lebih pantas untuk mendapatkan wanita yang salehah, dan wanita salehah lebih pantas pula untuk mendapatkan laki-laki yang saleh. Nabi Ismail adalah seorang nabi yang tentu saja lebih dari sekedar orang yang saleh semata. Karena itu, tidaklah salah kalau Nabi Ibrahim menginginkan pula orang yang mendampingi anaknya adalah wanita yang lebih dari sekedar salehah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari arahan Nabi Ibrahim kepada anaknya Ismail untuk menceraikan istrinya yang satu dan mempertahankan istri yang lain, bisa dipahami bahwa wanita yang memiliki sifat istimewa seperti itu adalah wanita yang mampu bertahan hidup bersama pasangannya dalam keadaan apapun, ia siap menerima suaminya, baik dalam suka maupun duka. Ia bersyukur tatkala kehidupan rumah tangganya sejahtera dan bersabar tatkala kehidupan rumah tangganya diguncang duka dan nestapa. Istri yang seperti itulah yang memiliki point lebih, melebihi sekedar salehah saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-5656225562219240165?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/5656225562219240165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=5656225562219240165&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/5656225562219240165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/5656225562219240165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2011/01/setialah-bersamanya.html' title='Setialah Bersamanya!'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/TUegh6o_9cI/AAAAAAAAAOU/uYQqAc66c0g/s72-c/muslimah.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-4190971523679333842</id><published>2011-01-11T21:55:00.000-08:00</published><updated>2011-01-11T22:19:25.581-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poligami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Website Poligami Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/TS1DZ4m-XPI/AAAAAAAAAOM/Pw-mUPgbSNk/s1600/website%2Bpoligami.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 122px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/TS1DZ4m-XPI/AAAAAAAAAOM/Pw-mUPgbSNk/s200/website%2Bpoligami.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561175226844077298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sudahkah anda menemukan website dengan kata pengantar seperti ini?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Sebagian orang berbicara lantang tentang poligami, seakan-akan islam merupakan yang pertama mensyariatkan perkawinan dengan banyak istri itu. Orang-orang ini sesungguhnya bodoh atau pura-pura tidak tahu sejarah. Sesungguhnya banyak dari bangsa, umat dan agama-agama sebelum islam (dan berlangsung hingga detik ini) yang memperbolehkan menikah dengan lebih dari satu perempuan, bahkan berpuluh-puluh perempuan, tak ada persyaratan dan tanpa ikatan apapun. Baru ketika islam datang, maka islam meletakan sebuah sistem berpoligami yang berkeadilan, bermoral dan manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana membangun kehidupan dengan banyak istri yang berkeadilan, bermoral dan manusiawi, maka pendidikan berpoligami harus ditempuh. Media yang sedang anda hadapi ini adalah salah satu wadah pendidikan berpoligami itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Website ini juga bisa menjadi sarana mencari jodoh. Bagi pria sholeh yang ingin memperluas tanggung jawab, membagi kesuksesan dan kebahagiaan, maka bolehlah mencari istri kedua, ketiga atau keempat di sini. Begitu pula dengan para wanita sholehah yang ingin mempertebal kualitas keimanannya, bolehlah menemukan jodoh di sini."&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anda dapat menemukannya pada website &lt;a href="http://www.poligamiindonesia.com/" target="new"&gt;Poligami Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masih banyak dari kalangan umat Islam yang tidak setuju dengan ketetapan agamanya sendiri. Namun demikian bisa dimaklumi jika itu dikarenakan kurangnya pengetahuan tentangnya. Oleh karena itu dengan website itu semoga dapat menambah wawasan tentangnya dan dapat meluruskan pemahaman yang selama ini masih keliru.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-4190971523679333842?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/4190971523679333842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=4190971523679333842&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/4190971523679333842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/4190971523679333842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2011/01/website-poligami-indonesia.html' title='Website Poligami Indonesia'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/TS1DZ4m-XPI/AAAAAAAAAOM/Pw-mUPgbSNk/s72-c/website%2Bpoligami.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-6421887643526338387</id><published>2011-01-11T20:18:00.000-08:00</published><updated>2011-01-11T20:41:00.895-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bayi kita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Permata Hati Group on Facebook</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/TS0r-454MVI/AAAAAAAAAOE/JgbI5983OgI/s1600/permata%2Bhati%2Bgrup.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 148px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/TS0r-454MVI/AAAAAAAAAOE/JgbI5983OgI/s200/permata%2Bhati%2Bgrup.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561149474299457874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mempunyai buah hati adalah dambaan semua keluarga, terlebih bagi keluarga baru. Namun demikian banyak saudara-saudara kita yang diberi ujian harus menunggu sekian lama untuk mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin berbagi tentang hal itu, silahkan gabung &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;"&lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=115046321841151" target="new"&gt;Permata Hati&lt;/a&gt;"&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; Group on Facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-6421887643526338387?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/6421887643526338387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=6421887643526338387&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/6421887643526338387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/6421887643526338387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2011/01/permata-hati-group-on-facebook.html' title='Permata Hati Group on Facebook'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/TS0r-454MVI/AAAAAAAAAOE/JgbI5983OgI/s72-c/permata%2Bhati%2Bgrup.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-2924999738415207416</id><published>2010-01-26T01:44:00.001-08:00</published><updated>2010-01-26T02:15:57.219-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Sudahkah kita memikirkan akhirat….</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/S16_o7a1etI/AAAAAAAAANs/fnwOkq8X1_o/s1600-h/yusuf+mansur.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/S16_o7a1etI/AAAAAAAAANs/fnwOkq8X1_o/s200/yusuf+mansur.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430988910521318098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sudahkah kita memikirkan akhirat….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan kita sejenak berhenti memikirkan dunia….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak dan keluarga seperti apa yang kita harap….. jika kita tidak lebih baik…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salahkan anak jika mereka meniru kita…….&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sudahkah hidayah datang ke kita????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita berfikir??? Sampai dimana ilmu agama kita, sudahkan hidayah datang ke kita….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapan kita terus menunggu…. Sekarang bukan saatnya menunggu, tapi kita yang harus mencari…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong jangan abaikankan email2 ini…… kl kita masih peduli dengan akhirat dan keselamatan keluarga kita…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AYO BERGERAK….. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian isi salah satu email yang masuk ke Inbox saya hari ini. Terima kasih kawan, engkau telah memberi peringatan yang sangat bagus untukku. Semoga pada saatnya nanti Alloh SWT memberikan husnul khatimah kepada kita. Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Email tersebut dilanjutkan dengan taushiyah dari ustadz Yusuf Mansur:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pesan Kematian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh..." (An-Nisaa: 78).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALKISAH ada seorang manusia yang berkawan dengan Malaikat Kematian. Karena merasa sudah akrab, manusia itu berpesan kepada malaikat tersebut, "Hai kawan, beritahu aku, ya, kalau sudah tiba saatnya kematian datang. Kabarkan jauh-jauh hari, biar aku ada kesempatan untuk mempersiapkan kematian datang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Malaikat Kematian tidak mengiyakan tapi tidak juga tidak menolak. Ia hanya tesenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa waktu lama, sang Malaikat tak datang berkunjung. Hingga suatu hari, malaikat tersebut mendatangi kawan tadi, dan memberitahukan bahwa jadwal kematiannya sudah tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marahlah kawan tersebut. "Bukankah sebagai sahabat engkau sudah aku minta untuk memberitahukan diriku?!!! Mengapa engkau lalaikan...?!!! Mengapa engkau lupakan...?!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Malaikat Kematian menjawab, "Tidak kawanku, tidak! Aku sudah memberitahumu sejak jauh-jauh hari. Aku juga sudah memperingatkanmu jauh-jauh hari sebelum kedatanganku ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, kamu bohong!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, aku tidak bohong. Lihatlah rambutmu yang mulai memutih. Lihatlah keriput di wajahmu yang mulai tampak. Rasakanlah bertambahnya kelemahanmu, seiring berkurangnya usia. Bukankah itu adalah peringatan kematian dariku...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Malaikat Kematian terus saja bicara, "Hai kawan, belum lagi kematian satu-dua orang di sekelilingmu, dan pekuburan yang sering engkau lewati. Semuanya adalah peringatanku. Hanya engkau dilalaikan oleh duniamu, dan tidak memiliki hati yang bisa memahami...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kawan tetap marah. Dia lari meninggalkan sang Malaikat. Dan dia terus berlari, hingga sampai di atas gunung, dan bersembunyi di sebuah gua. Setelah merasa aman dari kejaran sang Malaikat Kematian, lalu dia beristirahat. Tapi tiba-tiba dia dikagetkan oleh sang Malaikat Kematian ternyata sudah lebih dulu sampai. Rupanya sang Malaikat sengaja menunggu kedatangannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kata malaikat tersebut, "Hai kawan, jauh-jauh engkau lari dari diriku, padahal memang di sinilah aku ditugaskan untuk mencabut nyawamu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku, pembaca ''Kajian Wisata Hati'' di mana pun Anda berada, dialog di atas digubah dari satu-dua riwayat hadis, di mana ada seseorang yang berlari dari kematian, menghindari kematiannya. Tapi ajal tetap menjemputnya. Bahkan kematian datang di tempat dia bersembunyi, di lokasi yang justru ia anggap aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku, Malaikat Kematian memang tidak akan bicara apa-apa, tapi kematian sendiri memiliki banyak tanda. Bertambahnya usia saja sudah merupakan peringatan akan datangnya kematian itu sendiri. Sedangkan kalau Malaikat Kematian sudah datang, berarti selesailah riwayat kita sebagai manusia yang hidup, dan berarti tibalah juga masanya untuk mempertanggungjawabkan segala lelaku semasa hidup, dengan sebenar-benarnya pertanggungjawaban. Tidak akan ada yang bisa mengelak untuk kembali lagi ke dunia dan bermaksud memperbaiki kehidupan. Tidak bisa. Semua manusia yang mati hanya bisa menunggu nasib atas kehidupan yang telah terlewati. Bila Anda seorang yang ahli zina, dan belum bertaubat, maka tinggallah Anda menunggu apa keputusan Allah buat Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda ahli korupsi, ahli menipu, ahli makan harta haram, maka tinggallah Anda menunggu apa keputusan Allah buat Anda. Bila Anda ahli durhaka terhadap orangtua, bukan ahli mendoakan dan menyenangkan orangtua, maka tinggallah Anda menunggu apa keputusan Allah buat Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saudaraku, sekarang saatnyalah kita bertaubat. Memohon ampun atas semua kesalahan kita, dan segera menempuh langkah-langkah kebaikan. Keharusan bertaubat, serta menempuh langkah-langkah kebaikan, bertambah-tambah keharusannya, manakala kita menyadari, pesan-pesan kematian dan pesan-pesan ketidakgunaan harta, yang terus-menerus Allah sampaikan kepada kita. Lihat saja serangkaian musibah yang terjadi di negeri ini. Tidakkah semuanya menginsafkan kita akan datangnya kematian dan ketidakgunaan harta...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, semoga kita bisa menyambut datangnya kematian, dan mengubah kehidupan, agar kehidupan kita terus membaik dan membaik. Baik kehidupan di dunia ini maupun kehidupan setelah kita meninggal kelak. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai ketemu di pembahasan berikutnya. Insya Allah, kita akan membahas tentang "sesuatu yang bisa membuat Allah menunda kematian salah seorang di antara kita".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam, Yusuf Mansur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Salam Wisata Hati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-2924999738415207416?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/2924999738415207416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=2924999738415207416&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/2924999738415207416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/2924999738415207416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2010/01/sudahkah-kita-memikirkan-akhirat.html' title='Sudahkah kita memikirkan akhirat….'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/S16_o7a1etI/AAAAAAAAANs/fnwOkq8X1_o/s72-c/yusuf+mansur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-3965172594604388255</id><published>2009-12-29T23:49:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T23:56:12.991-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Bukan BERAT beban yang membuat kita stress</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SzsHXD_VMRI/AAAAAAAAAMw/JSvxmf2ixnc/s1600-h/got_20stress_ly31.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 182px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SzsHXD_VMRI/AAAAAAAAAMw/JSvxmf2ixnc/s200/got_20stress_ly31.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420934669259845906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Bukan BERAT beban yang membuat kita stress, tetapi LAMAnya kita memikul beban tersebut."                                                                                          -Stephen Covey-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress,&lt;br /&gt;Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya&lt;br /&gt;kepada para siswanya: "Menurut anda, kira-kira&lt;br /&gt;seberapa beratnya segelas air ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.&lt;br /&gt;"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi&lt;br /&gt;tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada&lt;br /&gt;masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan&lt;br /&gt;kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya&lt;br /&gt;selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan&lt;br /&gt;ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi&lt;br /&gt;semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan&lt;br /&gt;semakin berat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat&lt;br /&gt;laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu&lt;br /&gt;akan meningkat beratnya." lanjut Covey.&lt;br /&gt;"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas&lt;br /&gt;tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya&lt;br /&gt;lagi". Kita harus meninggalkan beban kita secara&lt;br /&gt;periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu&lt;br /&gt;membawanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi! sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban&lt;br /&gt;pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok.&lt;br /&gt;Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika&lt;br /&gt;bisa.&lt;br /&gt;Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya ...!&lt;br /&gt;Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh,&lt;br /&gt;tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-3965172594604388255?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/3965172594604388255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=3965172594604388255&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/3965172594604388255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/3965172594604388255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2009/12/bukan-berat-beban-yang-membuat-kita.html' title='Bukan BERAT beban yang membuat kita stress'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SzsHXD_VMRI/AAAAAAAAAMw/JSvxmf2ixnc/s72-c/got_20stress_ly31.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-6335838843070061223</id><published>2009-12-29T02:22:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T02:25:03.907-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Berbagai Tips -  Mudah-mudahan berguna untuk Kita semua</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SznY8yyaOqI/AAAAAAAAAMo/QUhSGkmqH-Y/s1600-h/helpful_tips_image.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 198px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SznY8yyaOqI/AAAAAAAAAMo/QUhSGkmqH-Y/s200/helpful_tips_image.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420602165454060194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nomor darurat .&lt;br /&gt;Nomor darurat untuk telepon genggam adalah 112. Jika anda sedang di daerah&lt;br /&gt;yang tidak menerima sinyal HP dan perlu memanggil pertolongan, silahkan&lt;br /&gt;tekan 112, dan HP akan mencari network yang ada untuk menyambungkan nomor&lt;br /&gt;darurat bagi anda, dan yang menarik,nomor 112 dapat ditekan biarpun keypad&lt;br /&gt;dilock. Cobalah..&lt;br /&gt;2. Kunci mobil ada ketinggalan di dalam mobil?&lt;br /&gt;Anda memakai kunci remote?Kalau kunci anda ketinggalan dalam mobil dan&lt;br /&gt;remote cadangannya di rumah, tinggal telpon orang rumah dengan HP, lalu&lt;br /&gt;dekatkan HP andakurang lebih 30cmdari mobil, dan minta orang rumah untuk&lt;br /&gt;menekan tombol pembuka pada remote cadangan yang ada dirumah (waktu menekan&lt;br /&gt;tombol pembuka remote, minta orang rumah mendekatkan remotenya ke telepon&lt;br /&gt;yang dipakainya)&lt;br /&gt;3. Baterai cadangan tersembunyi&lt;br /&gt;Kalau baterai anda hampir habis, padahal anda sedang menunggu telpon&lt;br /&gt;penting, dan telpon anda dibuat olehNOKIA, silahkantekan *3370#, maka&lt;br /&gt;telpon anda otomatis restart danbaterai akan bertambah 50%.&lt;br /&gt;Baterai cadangan ini akan terisi waktu anda mencharge HP anda.&lt;br /&gt;4. Tips untuk men-cek keabsahan&lt;br /&gt;mobil/motor anda ( Jakarta area only)&lt;br /&gt;Ketik :contoh metro b86301o (merah no polisi anda) Kirim ke 1717, nanti&lt;br /&gt;akan ada balasan darikepolisian mengenai data2kendaraan anda, tips ini juga&lt;br /&gt;berguna untukmengetahui data2 mobil bekasyang hendak anda beli/incar.&lt;br /&gt;5. Jika anda sedang terancam jiwanya karena dirampok/ditodong seseorang&lt;br /&gt;untuk mengeluarkan uang dari atm,maka anda bisa minta pertolongan diam2&lt;br /&gt;dengan memberikan nomor pin secara terbalik,misal no asli pin anda 1254&lt;br /&gt;input 4521 di atm maka mesin akan mengeluarkan uang anda juga tanda bahaya&lt;br /&gt;ke kantor polisi tanpa diketahui pencuri tsb. Fasilitas ini tersedia di seluruh atm tapi hanya sedikit orang yang tahu tolong kasih tahu info kepada yang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-6335838843070061223?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/6335838843070061223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=6335838843070061223&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/6335838843070061223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/6335838843070061223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2009/12/berbagai-tips-mudah-mudahan-berguna.html' title='Berbagai Tips -  Mudah-mudahan berguna untuk Kita semua'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SznY8yyaOqI/AAAAAAAAAMo/QUhSGkmqH-Y/s72-c/helpful_tips_image.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-7539205560123375973</id><published>2009-12-28T21:44:00.000-08:00</published><updated>2009-12-28T21:48:50.156-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Guru Favorit Anakku Bernama “SINETRON”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SzmYLd8wzJI/AAAAAAAAAMg/jl2sXv6qejI/s1600-h/antisinetrongoblog.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SzmYLd8wzJI/AAAAAAAAAMg/jl2sXv6qejI/s200/antisinetrongoblog.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420530949302570130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kawan, kuyakin kalian semua tahu dengan makhluk yang kumaksud disini, SINETRON. Ya, sinetron dalam beberapa waktu terakhir menjadi acara favorit disemua kalangan umur dan strata kehidupan ni negeri ini. Kehadiran sinetron dilayar kaca, dirumah-rumah kita bagaikan munculnya cendawan di musim hujan. Sinetron menjadi acara wajib yang pasti ada di setiap stasiun televisi di negeri ini, baik stasiun TV swasta atu bukan. Dan secara lambat namun pasti sinetron telah menjelma menjadi sesuatu yang tak terpisahkan dari kehidupan kita dan tentunya memberikan pengaruh dan warna dalam kehidupan kita, positif atau negatif!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan,mungkin diantara kalian masih ada yang merasa mendapat banyak manfaat dengan nonton sinetron, tapi dari yang kulihat dan kurasakan jauh lebih besar mudharat yang lahir dengan banyaknya sinetron beredar di negeri ini. Betapa tidak,,akan coba kuceritakan pada kalian apa yang kurasakan…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, frame yang dimunculkan sinetron adalah bahwa dalam hidup ini yang ada hanya masalah saja, yang mendominasi hanya kejahatan saja. Silakan lihat tema yang diangkat di semua sinetron yang beredar, kalu bukan pertengkaran suami istri, kalau ga dendam tak tertuntaskan, perang antara orang tua dan anak, tipu muslihat merebut pasangan orang, atau tema-tema lain, yang semuanya memperlihatkan betapa buruknya perilaku orang-orang dinegeri ini. Secara tidak disadari ini menjadi salah satu faktor yang membentuk karakter anak-anak muda di Indonesia. Bisa kita lihat betapa banyak tema-tema yang diangkat dalam sinetron “dipraktekkan” dalam dunia nyata, yang anak melawan orang tuanya, yang istri minta cerai hanya karena alasan sepele atau yang lainnya walaupun jujur aku tak punya data pastinya, tapi aku yakin 100% itu ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, sinetron menjadi teladan cara bertindak dan bersikap yang tidak benar. Kawan, cobalah kalian lihat, mana karakter kepribadian yang ditampilkan dalam sinetron-sinetron itu yang adalah kepribadian timur,apalagi kepribadian islam??sedikit sekali kawan!!yang anak sudah ngomong “loe-gua” sama bapaknya, yang istri sudah tak lagi menaruh hormat pada suaminya, kalo lagi stress tinggal datang ke bar dan langsung teler, narkoba jadi teman pengusir galau, dan banyak lagi kalau disebut satu persatu. Kau tahu kan kawan, salah satu karakter manusia yang dikaruniakan Allah adalah meniru. Jadi perilaku yang sudah menyimpang dari budaya islam dan budaya timur ini lambat laun ini menjadi sesuatu yang biasa dalam kehidupan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, banyak diantara para tokoh dalam sinetron yang memperlihatkan cara berpakaian dan berpenampilan yang tidak pantas, terutama para pemeran wanita. malas aku mengumbar cerita tentang ini, tapi kuyakin kalian semua tahu tentang ini. Kalian lihat, orang disekeliling kita, atau mungkin kita sendiri,betapa banyak yang berpenampilan dengan meniru gaya mereka yang ada disinetron. Bahkan cara berpenampilan tidak benar yang dicontohkan ini sudah mengakar dalam hidup masyarakat negeri ini, anak-anak sampai yang sudah tua, di kota sampai pelosok kampung, orang kaya dan orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan!!!akhirnya kuingin mengajak kalian merenung. Akan jadi apa-apa kira2 negeri kita 10-20 tahun kedepan dengan generasi yang dibangun oleh tontonan sekualitas sinetron seperti sekarang. Akan jadi apa negeri kita yang generasinya dibangun atas oleh sesuatu yang dipenuhi kepura-puraan. Ketika aku dulu berumur 5-6 tahun, dimana ketika itu belum banyak beredar sinetron, tontonanku masih banyak acara yang “anak-anak banget” seperti Si Komo dan Si Unyil, tapi aku sudah merasa kalau generasi sepantaranku sekarang sudah banyak yang rusak, mungkin juga aku sendiri. Nah dapat kau bayangkan kawan, kalau adik-adik kita,anak-anak kita yang masih belum mengerti apa-apa sekarang, yang mungkin ngomong pun masih cadel sudah disuguhi beragam sinetron, siang dan malam, akan jadi apa negeri ini beberapa tahun kedepan?? Bukan tak mungkin kawan kehidupan negeri ini 10-20 tahun ke depan akan sekacau atau sepalsu kehidupan dalam dunia sinetron!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutulis ini, jujur akupun belum punya solusi lain. Aku tidak punya power untuk menyingkirkan sinetron-sinetron itu dari TV-TV di rumah kita. Ku hanya berharap dengan yang kutulis ini ada diantara kita yang tersadar dan berusaha menghindarkan diri kita, terutama adik2 dan anak2 kecil kita dari tontonan yang minus nilai pendidikan ini. Tentu kita tidak ingin adik2 kecil kita hancur moral dan adabnya gara-gara kebanyakan mengonsumsi sinetron. Semoga!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh: Adi Putra (oase iman era muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-7539205560123375973?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/7539205560123375973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=7539205560123375973&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/7539205560123375973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/7539205560123375973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2009/12/guru-favorit-anakku-bernama-sinetron.html' title='Guru Favorit Anakku Bernama “SINETRON”'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SzmYLd8wzJI/AAAAAAAAAMg/jl2sXv6qejI/s72-c/antisinetrongoblog.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-7941682344309694363</id><published>2009-11-25T21:13:00.000-08:00</published><updated>2009-11-25T21:55:22.873-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poligami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Istriku Yang Punya Uang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/Sw4RDCQZFVI/AAAAAAAAAMA/20i8sJyiF4I/s1600/love.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 169px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/Sw4RDCQZFVI/AAAAAAAAAMA/20i8sJyiF4I/s200/love.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408278946361447762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Abdillah HM&lt;br /&gt;Tangerang, Banten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanyalah seorang guru pada sebuah madrasah aliyah swasta di Tanggerang, Banten. Sebagai guru pada sekolah yang tidak terlalu maju, tentu saja gajiku pun tidak seberapa. Meski demikian, aku setiap hari berangkat mengajar dengan mobil. Aku sudah pernah sekali berumrah dan sekali berhaji. Rumah keduaku, labih bagus dari rumahku yang pertama. Sedangkan hampir semua teman sesama guru tidak merasakan "kelebihan" yang kumiliki.&lt;br /&gt;Bagi orang yang belum kenal saya, mungkin merasa aneh dengan kehidupanku. Tapi rekan-rekan guru di madrasah semuanya sudah maklum, bahwa semua fasilitas yang kumiliki itu adalah hasil dari kerja keras istri keduaku, Asriani. Aku menikah dengan Asriani sebagai istri kedua pada tahun 1999 lalu. Ketika itu usia kami terpaut tiga, aku 42 sedangkan Asriani 39 tahun.&lt;br /&gt;Ceritanya bermula dari perjalananku mengunjungi seorang teman di Surabaya dengan kereta api. Di sampingku duduk seorang perempuan yang belakangan diketahui bernama Asriani. Semula aku tak menyangka kalau Asriani, belum menikah. Betapa tidak, pribadinya yang terlihat matang, terpelajar, punya usaha perdagangan yang maju dan berusia hampir 40 tahun. Sebelum berpisah di Stasiun Pasar Turi, Asriani mengundangku datang ke kantornya di Jalan Mayjen Soengkono, jika urusan silahturahim teleh selesai.&lt;br /&gt;Seperti tak bisa menahan keinginan, kesesokan harinya aku datang ke kantor Asriani. Benar saja, perusahaan Asriani lumayan maju dengan karyawan yang cukup banyak. Di ruang kerjanya, aku bertanya, mengapa belum juga menikah? Padahal tak ada lagi yang menjadi beban dalam hidup kamu. Jawaban yang dilontarkan Asriani cukup mengagetkan, bahwa dia yakin tak ada laki-laki yang mau menjadi suaminya. Menurutnya, laki-laki yang sukses seperti dia tentu tak mau memperistrinya karena sudah pasti mereka sudah menikah. Dan jika mereka mau menikah lagi, yang dipiluh mereka adalah perempuan muda dan bersedia "disimpan". Sedangkan laki-laki dengan status ekonomi di bawahnya, tentu segan untuk mempersunting dirinya. "Kecuali, Anda mau menjadi suamiku," tantang Asriani tanpa basa-basi.&lt;br /&gt;Akupun menanggapi serius "tantangan" Asriani ini. Kebetulan istriku, sudah lama mempersilahkan aku menikah lagi jika memang ada yang cocok. Keikhlasan istriku itu tentu dilatarbelakangi oleh pendidikan keluarganya yang cukup baik soal agama.&lt;br /&gt;Aku dan Asrianiya akhirnya menikah. Sebagai istri yang sudah memiliki penghidupan sendiri, Asriani tentu tidak menuntutku memenuhi berbagai kebutuhan ekonominya. Bukankah dia sendiri telah memiliki segalanya?&lt;br /&gt;Jadi, sesungguhnya, yang memiliki uang adalah istri keduaku yang sudah menjadi pengusaha sukses sebelum kami menikah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Abdillah HM&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.poligamiindonesia.com/" target="new"&gt;www.poligamiindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-7941682344309694363?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/7941682344309694363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=7941682344309694363&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/7941682344309694363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/7941682344309694363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2009/11/istriku-yang-punya-uang.html' title='Istriku Yang Punya Uang'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/Sw4RDCQZFVI/AAAAAAAAAMA/20i8sJyiF4I/s72-c/love.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-8685254149198487779</id><published>2009-11-25T20:57:00.000-08:00</published><updated>2009-11-26T01:27:22.358-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poligami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Curhat - BERI AKU SUAMI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/Sw4NxxSGR_I/AAAAAAAAAL4/az7EnOqaFYE/s1600/doctor.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 114px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/Sw4NxxSGR_I/AAAAAAAAAL4/az7EnOqaFYE/s200/doctor.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408275351212541938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;dr. Yossie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawan Tua. Sebutan itu begitu menakutkan bagi setiap perempuan, terutama mereka yang bekerja dan lulusan perguruan tinggi, yang sebelumnya menolak menikah dengan alasan studi atau karir. Hasilnya tragis, karena mereka harus menjalani hidup tanpa pernikahan. Seperti penuturan dr. Yossie -sebut saja begitu- wanita asal Sumatera Selatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai wanita yang tambuh di kota, aku memimpika gelar tertinggi dalam dunia pendidikan. Juga, tak bisa dipungkiri, aku juga ingin hidup sebagai seorang istri dan ibu di masa datang. Akan tetapi, pada waktu itu dunia pendidikan merupakan prioritas di atas segalanya hingga aku menolak keinginan untuk segera menikah.&lt;br /&gt;Aku akhirnya sukses menggondol dua gelar sarjana kedokteran dari sebuah perguruan tinggi ternama di Jakarta. Dengan gelar itu, berakhirlah jerih payah perjalanan studiku selama ini.&lt;br /&gt;Kini muncul masalah baru, aku mulai dilanda kesepian. Aku sadar bahwa aku sangat ingin berumah tangga. Pintu lamaran memang telah dibuka oleh orangtuaku. Namun, setiap kali seorang pemuda memberanikan diri untuk maju, ia segera mundur karena persyaratan dan kriteria yang ditetapkan oleh aku dan orangtua. Orangtuaku sangat menyayangiku, dan demi menghormati suatu hak, mereka tak ingin memaksakan sesuatu yang tidak aku maui.&lt;br /&gt;Delapan tahun sudah gelar dokter kusandang. Kini aku telah melewati ambang usia tiga puluhan. Tiga tahun lalu, suatu kejutan terjadi, ketika pelamar terakhir datang. Kebetulan ia memenuhi segala kriteria sebagi calon suamiku.&lt;br /&gt;Tapi rupanya ia juga punya hak menetapkan kriteria calon istrinya. Karena itu tak heran kalau ia juga mundur setelah tahu usiaku sebenarnya. Bahkan dengan terus terang ia katakan, "Aku tak ingin seorang perempuan yang usianya sekarang dengan usia manopausenya hanya tersisa sedikit saja".&lt;br /&gt;Tampaknya, aku harus mengalami kenyataan pahit. Aku sadar, bahwa usiaku kini memasuki kriteria perawan tua. Dulu aku yang menetapkan sejumlah syarat dan kriteria semasa usia keeamasanku, aku sedikit jual mahal karena posisiku pantas untuk itu. Kini, justru para pria yang menetapkan sejumlah syarat dan kriteria kepadaku.&lt;br /&gt;Pukul tujuh pagi adalah waktu yang sangat menyesakkan dan selalu membuatku menangis. Aku naik kendaraan dan menyetir sendiri pergi ke tempat praktekku, sebuah puskesmas di Cibinong, Bogor. Tempat praktekku itu bagaikan penjara sekaligus kuburanku. Sesampai di tempat praktek, aku jumpai para perempuan dengan anak-anak mereka yang telah menantiku. Anak-anak itu memanggil ibu mereka :"mama ... mama ..." Sebutan itu begitu nikmat di telingaku. Mereka memandang jubah putihku seakan-akan busana sutera dari Persia. Padahal bagiku, jubah itu bagaikan pakaian berkabung.&lt;br /&gt;Aku memasuki ruang kerjaku, lalu kukalungkan stetoskop. Alat ini sepertinya seutas tali yang mencekik leherku. Mendekati usia empat puluh, "tali" itu seperti makin kencang melilit leherku. Memang, pendidikan telah membekaliku wawasan dan pengetahuan. Akan tetapi, setiap wawasan dan pengetahuan itu bertambah, bertambah pula kenginanku menjadi seorang istri dan ibu.&lt;br /&gt;Profesi dan pekerjaan memang telah memberiku harta yang cukup. Rumah, mobil, berwisata dan mencari kesenangan bisa kulakukan dengan uang yang ada. Tapi saat ini kusadari, bahwa kebahagiaan seorang perempuan adalah perkawinan. Setiap kali aku melihat seorang perempuan bersama anak-anaknya, aku selalu bertanya-tanya kepada diriku, "Mengapa aku dilarang dari kenikmatan itu?" Para istri yang telah memiliki semua kenikmatan itu : suami dan anak-anak. Sudihkah kalian membagi sedikit saja kenikmatan itu dengan ku? Jika kalian mau membagi, ambillah semua ijazahku, piagam penghargaanku, gelarku, jubah putihku, semua harta dan kesenangan semuku dan berikan aku suami, lalu perdengarkan kepadaku panggilan : ‘Duhai Mama'!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.poligamiindonesia.com/" target="nwe"&gt;www.poligamiindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-8685254149198487779?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/8685254149198487779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=8685254149198487779&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/8685254149198487779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/8685254149198487779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2009/11/curhat-beri-aku-suami.html' title='Curhat - BERI AKU SUAMI'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/Sw4NxxSGR_I/AAAAAAAAAL4/az7EnOqaFYE/s72-c/doctor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-1420435912810104898</id><published>2009-11-25T17:24:00.000-08:00</published><updated>2009-11-25T17:44:10.899-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Saya Adalah Ibu Rumah Tangga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/Sw3dYO7zBII/AAAAAAAAALw/wrSNbxXsRWQ/s1600/muslimah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/Sw3dYO7zBII/AAAAAAAAALw/wrSNbxXsRWQ/s200/muslimah.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408222135937336450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;oleh LIzsa Anggraeny&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk rencana hari ini, dalam buku agenda tertulis: Membuat purchase order, meeting supplier, incoming inspection... Dan beberapa jadwal lainnya. Bukan, saya bukan karyawati kantoran. Saya hanya seorang isteri dengan profesi ibu rumah tangga. Rencana yang saya buat di atas pun sesungguhnya adalah agenda biasa berupa jadwal harian rumah tangga. Saya ibaratkan membuat daftar belanja kebutuhan sehari-hari dengan membuat purchase order; acara pergi ke pasar, supermarket, ataupun toserba saya istilahkan dengan meeting supplier; sedangkan incoming inspection adalah istilah untuk rapi-rapi rumah. Semua saya lakukan dengan tujuan agar lebih semangat dalam menjalani pekerjaan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu rumah tangga adalah profesi yang saya geluti semenjak berhenti kerja dari sebuah perusahaan. Saya menyebutnya profesi karena memang pekerjaan rumah tangga membutuhkan profesionalisme berupa keahlian, pengetahuan dan keterampilan sama dengan pekerjaan kantor lainnya. Jika di perusahaan saya hanya kebagian tugas mengurusi satu bagian yaitu general affair saja, ternyata di rumah tugas saya tidak hanya mentok di satu bagian. Di sini saya wajib berperan multiguna sebagai direktur, manajer, sekretaris sekaligus pekerja, yang tidak hanya bisa memahami, tapi juga harus bisa menguasai semua bagian. Yang semuannya nanti harus dilaporkan pada presiden direktur yaitu suami juga pada bagian komisaris tertinggi yaitu Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali berhenti bekerja dan menjalani perkerjaan sebagai ibu rumah tangga, sepertinya ada perasaan tidak betah dan malu untuk mengakui. Mengingat selama ini dalam benak saya telah terpatri pikiran bahwa menjadi wanita karir lebih baik dibandingkan ibu rumah tangga. Ternyata, setelah benar-benar terjun fulltime menjalani pekerjaan rumah tangga, pikiran saya berubah total. Pekerjaan yang semula saya anggap remeh ini ternyata tidak sesederhana seperti dalam bayangan saat menjalaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang tidak hanya membutuhkan perangkat kasar berupa tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya yang diperlukan untuk mencuci, menyetrika, bebenah rumah. Tetapi dibutuhkan pula perangkat lunak berupa kelihaian sang otak dalam mengatur keuangan, mengolah makanan, meredam emosi yang ada serta beberapa perangkat lunak lainnya yang berhubungan dengan naluri keibuan berupa kelembutan, kesabaran untuk mengayomi rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang ibu rumah tangga pun harus siap menjadi bodyguard yang dapat mendeteksi keadaan rumah tangga agar selalu adem, ayem, tentrem. Ditambah dengan waktu kerja yang harus siap sedia selama 24 jam, seorang ibu rumah tangga memerlukan ketahanan jiwa dan fisik yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam perusahaan saya bisa mengambil cuti untuk beristirahat, tetapi tidak begitu dalam profesi ibu rumah tangga. Profesi ini merupakan komitmen saya. Tidak bisa begitu saja ditinggalkan dengan alasan cuti, mengundurkan diri atau meminta pensiun dini karena cape ataupun tidak cocok dengan perkerjaan. Di sinilah karir saya ditempa. Saya adalah fasilator bagi berjalannya managemen rumah tangga. Semua harus terus dijalani dengan ikhlas dan ridha untuk mendapat `gaji` berupa palaha tak terhingga dari Allah swt. Juga `bonus` berupa surga jika patuh pada suami. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi ibu rumah tangga pun ternyata tidak menghambat potensi saya. Justru dengan memilih profesi ini, saya memiliki waktu yang lebih fleksible dalam mengembangakan potensi untuk meraih prestasi. Di antaranya saya dapat lulus Nihongo Nouryoku Shiken (Tes Kemampuan Bahasa Jepang) level satu setelah berusaha keras belajar di antara waktu luang yang ada, juga dapat mengembangkan hobi menulis. Siapa yang menyangka jika setelah menjadi ibu rumah tangga, saya justru diamanahi menjadi ketua di salah satu forum kepenulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bercermin dari ummahatul mukminin di antaranya Siti Khadijah ra., seorang ibu rumah tangga yang dapat berperan besar terhadap kesuksesan sang suami Rasulullah saw. Meski tak menonjolkan diri, tetapi daya dukungannya begitu kuat. Begitupula dengan puteri tercinta Rasulullah saw yaitu Fatimah ra., yang tangannya selalu membekas karena sering menumbuk, pundaknya pun membekas karena sering menjinjing air dengan kendi, bajunya selalu berdebu karena sering menyapu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pernah Rasulullah saw berkata pada Fatimah ra. untuk menghiburnya, "Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah swt. menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit. Perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah swt. akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang. Perempuan mana yang menghamparkan tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), Teruskanlah amalmu maka Allah swt telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa saya menemukan keagungan dalam pekerjaan ini. Sebuah profesi yang tidak bisa digantikan oleh siapapun selain saya sendiri - ibu rumah tangga. Tidak salah jika kini, saya begitu bangga dengan profesi ini. Jika ada yang bertanya apa pekerjaan anda? Tanpa ragu lagi akan keluar jawaban, "Saya adalah ibu rumah tangga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan diri, aishliz et yahoo.com.sg, FLP Jepang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber: oase iman - era muslim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-1420435912810104898?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/1420435912810104898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=1420435912810104898&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/1420435912810104898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/1420435912810104898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2009/11/saya-adalah-ibu-rumah-tangga.html' title='Saya Adalah Ibu Rumah Tangga'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/Sw3dYO7zBII/AAAAAAAAALw/wrSNbxXsRWQ/s72-c/muslimah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-7708122133746417383</id><published>2009-11-25T17:05:00.000-08:00</published><updated>2011-07-19T03:03:38.654-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Mengapa Anda Ingin Memiliki Anak?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-eZ5dUj_wGb4/TiVT4ewKSVI/AAAAAAAAAPM/F5tPP1p3iyI/s1600/alya.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-eZ5dUj_wGb4/TiVT4ewKSVI/AAAAAAAAAPM/F5tPP1p3iyI/s200/alya.JPG" width="170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/Sw3VSTvMMAI/AAAAAAAAALo/1DnngnlaLrU/s1600/ihsan.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot;;"&gt;oleh LIzsa Anggraeny&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah berapa buntutnya?"&lt;br /&gt;"Cepetan punya... jangan ditunda-tunda"&lt;br /&gt;"Masih juga belum berhasil... KB yah?"&lt;br /&gt;..".......dan lain-lain"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melewati tahun pernikahan ke delapan, sudah tak terhitung berapa banyak pertanyaan sejenis di atas yang rajin dilemparkan pada saya ataupun suami. Suatu kalimat atau tepatnya pernyataan yang sepertinya telah menempel erat pada saya, seorang istri yang belum juga dianugrahi keturunan. Biasanya saya hanya bisa tersenyum kemudian berlalu berusaha tidak menanggapi percakapan semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa yang tak ingin memiliki anak?" batin saya selalu mengatakan demikian. Sayang memang, mereka tidak pernah tahu, betapa telinga ini rasanya selalu rindu oleh tangisan atau teriakan-teriakan kecil, "Ummi...!" yang akan memanggil saya. Tangan ini rasanya selalu rindu akan dekap tubuh mungil dalam kehangatan balutan selimut kecil. Betapa saya ingin.ingin sekali memiliki buah hati. Suatu harapan yang selalu saya bawa dalam setiap doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu ketika, dokter terapi infertilitas saya di akhir pemeriksaan bertanya seperti ini, "Mengapa anda ingin memilki anak?" ucapnya dengan wajah serius. "Ada beberapa pasangan yang berobat ke sini, setelah berhasil memiliki anak malah bercerai karena tidak tahu alasan kenapa ingin memiliki anak," ucapnya melanjutkan. Saya yang tiba-tiba disuguhi pertanyaan seperti ini tentu saja tersentak berusaha mencari jawab. Sungguh, saat itu saya tak bisa menjawab secara spontan kenapa saya ingin memiliki anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang pun pertanyaan tersebut masih terngiang-ngiang dan bermain dalam benak pikiran. Saya berusaha mencari jawaban atas alasan keinginan dan harapan saya memiliki buah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai bertanya pada diri sendiri, "Kenapa saya ingin memiliki anak?" Apakah keinginan ini keluar semata karena rasa egois seorang manusia yang ingin memiliki? Apakah keinginan ini hanya dikarenakan saya sudah mulai jenuh mendengar pertanyaan "Kapan punya anak?" atau pertanyaan sejenis lainnya yang kerap dilemparkan? Apakah keinginan ini karena saya merasa cemburu jika melihat teman-teman yang sudah mulai memiliki satu, dua, tiga.... momongan? Apa sebenarnya tujuan saya memiliki keturunan? Ternyata, saya sukses dengan jawaban buntu disertai kepala pening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu hari, suami menghadiahkan sebuah buku berjudul "Cara Nabi Mendidik Anak" yang disusun oleh Ir. Muhammad Ibnu Abdul Hafidh Suwaid. Buku yang memberikan perhatian khusus mengenai Tarbiyah Nabawi lith-Thif (pendidikan Nabi untuk anak), banyak mengungkapkan dunia anak yang belum pernah saya temui. Membaca buku ini, saya hanyut dalam suasana seperti seorang ibu. Ada banyak hal yang semula tidak saya ketahui tertulis di sini, seperti cara efektif membangun jiwa anak, mengembangakan pemikiran anak, meluruskan kesalahan perilaku anak, serta banyak hal lainnya yang membuat saya kadang termangut-mangut sendiri sambil meresapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai membaca buku tersebut, saya seolah tersadar bahwa bagi beberapa orang memiliki anak itu mungkin mudah tapi mendidiknya agar selalu terjaga dalam fitrahnya (Islam) tidaklah mudah. Imam Al-Ghazali sendiri dalam risalah Ayuhal Walad pernah mengumpamakan proses tarbiyah anak sebagai ibarat "Usaha petani yang mencabuti duri-duri dan membuang tumbuhan asing dari tanamannya agar tumbuh dengan baik dan sempurna." Ia tidak hanya untuk dilahirkan ke dunia saja, tapi lebih dari itu, ia memiliki hak dan kewajiban yang harus bisa dipenuhi serta didukung oleh orang tua dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba mengubah pola pemikiran. Yang tadinya hanya berorientasi ingin memiliki anak, sedikit demi sedikit mulai membuka pandangan dengan tidak hanya sekedar `ingin` tapi juga harus memilki kesadaran untuk mempersiapkan diri agar dapat menjadi Ibu yang baik. Seorang ibu yang kelak dapat menjadi penenang jiwa sesunguhnya bagi keluarga, yang dapat mengemban amanah berharga dari Allah swt berupa anak-anak serta dapat bertanggung jawab agar anak-anak menjadi abrar (orang-orang yang berbakti). Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengubah pola pikir seperti ini, akhirnya saya mendapatkan jawaban untuk sebuah pertanyaan yang diajukan sang dokter di atas. "Mengapa anda ingin memiliki anak?" Jawabannya adalah sebagai istri, saya ingin dapat merasakan satu fase kehidupan yang disebut ibu. Selain itu juga ingin membahagiakan suami dengan menghadirkan cahaya mata, penyejuk hati, meski suami tidak pernah menuntut tentang hal ini. Sebagai umat Rasulullah saw, saya ingin menggembirakan beliau dengan memperbanyak jumlah umatnya. Seperti yang tertulis dalam hadits riwayat Abu Dawud dan Nasa`i, Rasulullah saw bersabda "Nikahilah wanita yang bisa melahirkan banyak anak karena aku akan berbangga dengan kalian kepada umat-umat lain." Sedangkan sebagai hamba Allah swt, saya ingin menjaga kelangsungan keturunan dengan melahirkan generasi-generasi muslim, yang akan bersama-sama berjuang mengagungkan nama Allah swt di muka bumi ini. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya, ini adalah salah satu skenario yang Allah swt berikan untuk menguji kesabaran. Baik saya dan suami, tidak akan pernah berputus asa berdoa meminta diberi kepercayaan untuk memiliki keturunan disertai ikhtiar. Bukankah Rasulullah saw sendiri pernah mengatakan "Janganlah salah seorang dari kamu menyerah dari memohon agar dikaruniai anak..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, saya mulai terbiasa dengan pertanyaan ataupun percakapan seputar belum adanya buah hati yang dilemparkan pada saya atupun suami. Saya tahu, mereka yang bertanya tidak lebih karena ingin bersimpati ataupun ingin turut membantu memberikan jalan bagi kami yang tengah berikhtiar, meski selama ini mungkin tidak saya sadari. Saya harus bersyukur atas semua keadaan, karena di balik ini tentu akan ada hikmah, sebuah balasan terindah yang telah disiapkan Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rabbihabliimilladunka dzurriyatan thayyibah, innaka samii `udduaa." Ya Tuhanku berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengarkan do`a. (Doa nabi Zakariya memohon keturunan, QS Al-Imran:38).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Buat teman-teman yang sama-sama sedang berikhtiar untuk memiliki cahaya mata, semoga Allah mengabulkan doa-doanya dengan diberikan keturunan yang shalih. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepenggal catatan, aishliz et yahoo.com.sg - FLP Jepang -&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Sumber: oase iman - era muslim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-7708122133746417383?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/7708122133746417383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=7708122133746417383&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/7708122133746417383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/7708122133746417383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2009/11/janganlah-salah-seorang-dari-kamu.html' title='Mengapa Anda Ingin Memiliki Anak?'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-eZ5dUj_wGb4/TiVT4ewKSVI/AAAAAAAAAPM/F5tPP1p3iyI/s72-c/alya.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-2650261655814140232</id><published>2009-11-25T00:59:00.000-08:00</published><updated>2009-11-25T01:01:52.568-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Belajar Menjadi Bapak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SwzybNHV0BI/AAAAAAAAALg/ufW7WzVyEEM/s1600/DSCF6620.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SwzybNHV0BI/AAAAAAAAALg/ufW7WzVyEEM/s200/DSCF6620.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407963801755963410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saya sedang mengalami 'episode' kehidupan yang cukup menarik. Paling tidak menarik bagi diri saya sendiri. Dan saya percaya belum tentu menarik bagi orang lain. Sebuah kisah yang runtut, dengan alur cerita yang tidak meloncaat-loncat. Dan alhamdulillah diahiri juga dengan 'ending' yang tak kalah menariknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin sekali menceritakannya kepada orang lain. Atau lebih tepatnya ingin berbagi cerita dengan siapa saja seperti saudara-saudara saya, handai taulan, sahabat, tetangga dan lain sebagainya. Tak ada maksud apapun, kecuali berangkat dari sebuah keyakinan, bahwa setiap jejak langkah manusia, baik yang mengandung tangis atau tawa, manis atau getir, selalu menyimpan hikmah. Walaupun hikmah itu hanya sebesar biji sawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, beberapa hari menjelang lebaran 1426 H, seorang sahabat di Jakarta, mengirim artikel pendek kepada saya. Artikel itu mengisahkan tentang salah satu cara Rasulullah berlebaran. Ditulis oleh Bayu Gawtama, sorang penulis yang tulisannya sering saya baca di sebuah situs Islam. Dalam artikel itu ada dialog yang sangat menyentuh antara seorang anak gadis dengan Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah gerangan yang membuatmu menangis, anakku?" Tanya Nabi. Rasulullah mendekap anak gadis itu. Ternyata ia menangis karena tidak ada yang membelikan baju baru untuk berlebaran.&lt;br /&gt;"Ayahku mati syahid dalam peperangan bersama Rasulullah." katanya.&lt;br /&gt;"Maukah kamu jika Rasulullah menjadi bapakmu, Aisyah menjadi ibumu, Fatimah sebagai bibimu, Ali menjadi pamanmu serta Hasan dan Husain menjadi saudaramu?" Ujar Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak gadis itu mendongak. Dan ia baru tahu bahwa yang mendekapnya ternyata adalah Rasulullah SAW, bapaknya anak yatim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca dialog itu saya jadi berpikir. Seandainya yang menemukan anak gadis itu adalah saya, sanggupkah saya dengan serta-merta dan spontanitas bertindak seperti Rasulullah? Yang menawarkan diri untuk menjadi bapaknya? Berhari-hari saya berpikir tentang itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada kemiripan dengan cerita tadi, tapi dalam nuansa yang berbeda. Beberapa hari setelah lebaran, ketika saya mau berangkat tidur, tiba-tiba seorang kawan memanggil-manggil saya. Katanya, ada sinetron bagus produksi Indonesia yang ditayangkan TV Brunei. Saya bergegas untuk ikut menontonnya. Ternyata, cerita sinetron itu diambil dari novel 'Pada-Mu Aku Bersimpuh' karya Gola Gong. Penulis yang pernah melahirkan novel berseri 'Ballada Si Roy' yang populer di tahun 90-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tayangan sinetron yang diproduksi tahun 2001 itu, ada juga sesuatu yang membuat saya sempat tidak bisa melupakannya. Yaitu tentang komentar H . Budiman, tokoh dalam cerita itu, terhadap anak pungutnya yang bernama Ana. Kata H. Budiman, "Ini adalah anugrah yang di kirim Allah kepada saya. Saya harus menjalankan amanah ini baik-baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terus mengikuti sinetron yang ditayangkan setiap malam Jum'at itu. Dan saya menangkap dengan gamblang, bahwa H. Budiman telah membuktikan kata-katanya. Ia telah bertanggung jawab betul-betul kepada anak pungutnya itu. Mendidik, mengarahkan dan juga memberi fasilitas ke jalan lurus berdasarkan syariat-Nya. Dan ia tak pernah membedakan antara anak pungut dengan anak yang dilahirkannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam bulan Syawal, juga masih berkisah tentang seorang bapak, tepatnya pada tanggal 17, saya selalu ingat acara rutin tahunan yang selalu diselenggarakan oleh pesantren tempat dulu saya 'numpang tidur' beberapa lama. Acara tahunan itu berlabel 'tasyakur lil ikhtitam'. Sebuah acara syukuran atas berhasilnya para santri menempuh pelajaran dalam waktu satu tahun. Biasanya kami berkumpul bersama. Baik yang masih menempuh pelajaran di pesanten itu, maupun yang sudah jadi alumni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, biasanya menyempatkan diri untuk datang dalam acara tersebut, kecuali saat ini, sebab saya sedang merantau di luar negri. Bertemu kembali dengan guru, ustaz sekaligus kyai saya, Bapak Abil Abbas. Sosok agamawan yang maih muda. Yang tak pernah mau disebut guru, ustadz maupun kyai. Beliau hanya mau disebut Bapak. Tak lebih dari itu. Sehingga kami para santri, tak pernah satu kalipun memanggil beliau dengan sebutan Kyai. Ini memang tak lazim. Sebab di pesantren-pesantren tradisional lainnya, guru mereka pasti di panggil Kyai, atau bahkan Romo Kyai. sebuah sebutan yang sudah tidak asing lagi dalam komunitas Islam tradisional di pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya saya juga heran, kepada guru kami itu. Namun pada masa berikutnya saya menemukan jawaban. Bahwa, katanya, hubungan antara bapak dan anak itu, sepanjang masa, bahkan sampai akhirat. Sedang hubungan antara guru dan murid atau santri, pada suatu saat bisa saja terputus ketika kita sudah tidak belajar lagi di tempat yang bersangkutan. Dan ini tercermin pada sikap pak Abil Abbas kepada kami para santrinya. Beliau menganggap kami sebagai anak. Maka kamipun menganggap beliau sebagai bapak kami. Hubungan itupun ahirnya sangat mesra dan erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan suatu malam, setelah menyaksikan tayangan "Pada-Mu Aku Bersimpuh" di TV Brunei itu, saya menjadi ingat Sang Bapak, di pesantren Al-Hikmah, Baturraden, Purwokerto. Sebuah kenangan yang telah menjadi 'prasasti' di kalbu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** * * * ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ahir bulan Syawal, istri saya di kampung memberi kabar kepada saya. Bahwa ia baru saja menyaksikan seorang bayi laki-laki yang baru lahir dari sepasang keluarga muda. Istri saya sangat iba karena si ibu bayi itu nampak sangat kerepotan dalam mengurusnya, karena kakak bayi itu belum genap satu tahun dan suaminya bekerja sebagai buruh pabrik di Jakarta. Lagi pula bayi itu memang tidak dikehendaki lahir oleh orang tuanya, namun Allah bertindak lain. Kata ibu si bayi, program KB yang ia ikuti tidak berhasil, sehingga terjadi hamil lagi. Dan lahirlah bayi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahirnya suatu hari istri saya memberi tawaran, "Bagaimana jika anak itu kita ambil dan kita jadikan anak kami untuk menemani Damar?" Katanya kepada saya lewat SMS-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tertegun sejenak membaca pesan singkat istri saya itu. Tapi berbekal referensi dari Rasulullah yang diceritakan dalam tulisan Bayu Gawtama, dan keseriusan Haji Budiman, yang dikisahkan dalam novel Gola Gong, serta pengalaman hidup dengan 'bapak' saya di pesantren Al-Hikmah, dengan mantap saya menyetujui usul istri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mulai hari itu, saya bertekad untuk belajar menjadi seorang 'bapak'. Bapak dalam arti sangat luas. Yang tidak hanya memberi pendidikan, arahan dan fasilitas bagi anak yang lahir secara 'genetical' dari rahim istri saya saja, tapi bagi anak siapa saja yang karena sesuatu hal tidak bisa dipelihara langsung oleh kedua orang tuanya, atau malah memang tidak dikehendaki lahir oleh ibu bapaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata sekarang ini tidak sedikit anak-anak yang bernasib seperti itu di sekeliling kita. Yang amat sangat membutuhkan uluran tangan serius dari sosok seorang 'bapak'. Apalagi jika kita mau meluangkan waktu untuk berlama-lama di stasiun, terminal atau tempat-tempat kumuh di kota kita masing-masing. Maka kita akan banyak bertemu dengan anak-anak yang bernasib kurang beruntung. Yang tentunya menunggu sentuhan mesra seorang 'bapak'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber: oase iman - eramuslim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-2650261655814140232?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/2650261655814140232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=2650261655814140232&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/2650261655814140232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/2650261655814140232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2009/11/belajar-menjadi-bapak.html' title='Belajar Menjadi Bapak'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SwzybNHV0BI/AAAAAAAAALg/ufW7WzVyEEM/s72-c/DSCF6620.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-4650420094889936454</id><published>2009-11-25T00:45:00.000-08:00</published><updated>2009-11-25T00:53:33.091-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Idul Adha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Teks Khutbah Idul Adha 1430 H Ustadz Abu Bakar Ba'asyir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/Swzvs8_Nw1I/AAAAAAAAALY/RMIy63LNMMs/s1600/ustadz-abu.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/Swzvs8_Nw1I/AAAAAAAAALY/RMIy63LNMMs/s200/ustadz-abu.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407960808129676114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;السلام عليكم ورحمة الله وبركاته إن الحمد لله نحمده نستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال تعالي : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ ﴿١٠٢﴾&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا ﴿١﴾&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ﴿٧٠﴾ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ﴿٧١﴾&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أما بعد فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد { ص ع م } وشر الأمور محدثاتها و كل محدثات بدعة و كل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslimin rohimakumulloh, Saat wukuf kemarin, jutaan kaum muslimin berkumpul di Padang Arafah dimana tidak ada satu ajaran selain Islam yang mampu mengumpulkan manusia sebanyak itu di satu tempat, satu waktu dan memakai pakaian ihram yang sama. Subhanalloh walhamdu lillahi, Allohu Akbar !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hari ini, 1 milyar lebih manusia berdiri sholat menghadap satu arah yang sama dari berbagai tempat di muka bumi dan memenuhi langit dengan suara takbir yang sama. Kemudian nanti, kita akan menyembelih hewan qurban dalam rangka ibadah kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala semata–mata dan terus mengumandangkan takbir sampai selesainya hari Tasyriq. Betapa mulia ibadah qurban ini maka Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar (“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah“) menguraikan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, menyadari bahwa ia selalu butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya. Semoga Alloh menerima ibadah–ibadah kita semua, amiin !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslimin rohimakumulloh, Namun ada kenyataan yang membuat kita sulit menerimanya, baru-baru ini Biro Pusat Statistik Israel melansir data jumlah penduduk Yahudi di Israel mencapai 5 juta 542 ribu jiwa sementara kaum muslimin yang terkotak-kota karena faham sesat nasionalisme sesungguhnya memiliki jumlah yang sangat besar yakni lebih dari 1,5 milyar manusia. Tetapi mereka tak berdaya menghadapi bangsa babi dan kera yang jauh lebih kecil jumlahnya, Masjid Al Aqsha yang pernah menjadi kiblat pertama kaum muslimin diperlakukan sewenang–wenang dan biadab oleh Yahudi terlaknat ini. Bayangkan perasaan apa yang menghimpit dan mengiris–iris kaum muslimin Palestina yang setiap melihat dan merasakan langsung penghinaan Yahudi disana. Bisa jadi pada saat kita menyembelih hewan qurban kemudian memasak dan menikmati dagingnya ternyata di Palestina saudara- saudara kita disana juga disembelih oleh Yahudi terlaknat dan mereka menikmati pembantaian itu sebagaimana kaum Ashabul Ukhdud yang duduk–duduk dipinggir parit berapi yang berkobar-kobar bergembira dinyalakan untuk membantai kaum beriman. Wallohul Musta’an !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslimin rohimakumulloh, Derita Palestina adalah derita kaum Muslimin. Kaum Muslimin memiliki tanggung jawab untuk membebaskan bumi Palestina dari cengkraman musuh Islam. Kondisi Palestina saat ini, sesungguhnya telah mewajibkan jihad bagi seluruh kaum muslimin, terutama karena dua pasukan telah bertemu di Palestina, yakni antara kuffar Yahudi Israel dengan kaum Muslimin Palestina. Sejak tahun 1947, kaum Zionis Israel terkutuk telah menyerang dan menduduki wilayah kaum muslimin dan mereka terus memperluas daerah jajahan mereka dengan membangun pemukiman-pemukinan baru. Untuk itu, wajib atas seluruh kaum muslimin, khususnya kaum muslimin yang ada di wilayah Palestina untuk terus mengangkat senjata dalam rangka berjihad melawan kuffar yahudi Israel dan tidak menempuh cara-cara lain yang tidak disyari’atkan oleh Islam. Dan menurut pemahaman fiqh Islam yang benar, kewajiban jihad ini terus mengenai kaum muslimin mulai dari yang terdekat hingga yang terjauh domisilinya dari Palestina sampai kaum Muslimin Palestina bisa menghancurkan Zionis Israel dan hidup aman dibawah naungan Syari’at Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu pula, kami ingatkan para pemimpin dan anggota HAMAS, khusus mereka yang ikhlas dan gagah berani dari Brigade Izzudin Al Qossam, yakni hendaknya kalian kembali berpegang teguh pada Diinul Islam dan tidak menempuh jalan Demokrasi yang kufur. Sudah semestinya kalian bertaubat dan bersatu dengan saudara–saudara Mujahidin lain yang istiqomah dengan manhaj Salafus Sholeh, semisal dari kalangan Jundu Anshorulloh. Kalian tidak boleh memusuhi dan memerangi mereka karena jika kalian tidak berhenti maka kalian tidak ada bedanya dengan penguasa Thoghut Arab lain di sekitar Palestina. Para penguasa Arab banyak yang telah murtad dari Diin yang mulia ini karena mereka secara sadar telah dan terus bahu membahu dengan Amerika dan Sekutu-sekutunya dalam memerangi Jihad kaum Mujahidin. Dan bermusuhan dengan Mujahidin maka kalian tidak akan bisa memenangkan pertempuran dengan Yahudi terkutuk bahkan kalian akan terjebak menjadi antek–antek Zionis sebagaimana yang menimpa para penguasa thoghut Arab itu. Na’udzubillahi min dzalik !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebagian pemimpin Arab termasuk sebahagian orang yang mengaku Ulama mereka telah berkhianat kepada Alloh dan RasulNya serta mengabaikan kaum muslimin di Palestina. Mereka mengakui eksistensi Negara Israel bahkan membolehkan perjanjian damai dengan bangsa terkutuk ini. Padahal Perdana Mentri Israel pertama yakni David Ben Gurion sendiri berkata, “Seandainya saya seorang pemimpin Arab maka saya tidak akan menandatangi sebuah peranjian apapun dengan Israel !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslimin rohimakumulloh, Jelaslah , selama tanah–tanah suci kaum muslimin masih terjajah baik langsung maupun tidak langsung oleh kekuatan-kekuatan kuffar Internasional maka keadaan kaum muslimin akan terus mengalami krisis disegala aspek kehidupan. Dimana kita tidak khawatir dengan krisis–krisis yang menimpa dunia kita, krisis politik , krisis ekonomi, dan krisis-krisis sejenisnya. Namun kita amat takut kalau krisis itu justru menimpa Diinul Islam yang kita yakini, yakni ketika aqidah Tauhid tercederai oleh berbagai paham, keyakinan , aliran pemikiran syirik dan sesat seperti ajaran Nasionalis, Sosialis, Demokrasi, Liberalis dan lain-lain yang sengaja ditebarkan musuh-musuh Islam dalam rangka Ghozwul Fikri (Perang Pemikiran) untuk menghancurkan Islam dari dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pada perang fisik seperti yang terjadi di beberapa tempat di dunia Islam, para Mujahid akan beroleh dua kemuliaan yakni menang atau syahiid maka pada medan Ghozwul Fikri, kaum muslimin terjebak pada kondisi yang amat berbahaya bagi Diin-nya. Fisik mereka tidak dibunuh namun pemikiran dan keyakinan kaum muslimin dirubah dan diobok–obok sedemikian rupa sehingga kebanyakan kaum muslimin secara tidak sadar terjerumus dalam kemusyrikan tanpa mereka sadari. Bencana atau krisis apa lagi yang lebih besar dari hal Ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat Jaringan Iblis Liberal dan jaringan-jaringan serupa lainnya, mereka bekerja diatas kebodohan ummat Islam pada umumnya untuk mencela , memojokkan dan menghancurkan kaum muslimin yang ta’at dalam mengamalkan Al-qur’an dan Sunnah. Mereka menyebut kalangan yang patuh dalam mengamalkan tuntunan Al-qur’an dan Sunnah terutama jihad dengan sebutan-sebutan yang buruk untuk mengecoh masyarakat. Mereka mengumbar kata–kata Fundamentalis, Teroris dan sebagainya disamping mereka terus dengan tekunnya menyebarkan pemahaman–pemahaman sesat melalui berbagai media dan penerbitan yang dibiayai Amerika dan sekutu-sekutunya yang terlaknat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh Subhanahu wa Ta’la berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٍ  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya". ( QS. Ash Shoff : 8 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الآخِرَةِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا أُوْلَئِكَ فِي ضَلاَلٍ بَعِيدٍ  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok." (QS. Ibrahim : 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa mereka? Sebagian dari mereka justru lahir dan besar dari ormas-ormas Islam yang besar dan terkemuka, mereka telah menjadi Malin Kundang, sang anak durhaka. Dan Malin Kundang jenis ini tidak hanya durhaka kepada kaum muslimin yang menghidupi dan membesarkan mereka. Bahkan mereka durhaka dan menentang Alloh Azza wa Jalla. Sungguh mereka ini telah kafir murtad maka siapapun yang ragu atas kekafiran mereka niscaya akan sama dengan mereka yang telah murtad itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslimin rohimakumulloh, Berbagai ajaran sesat hari ini terus muncul, tumbuh dan berkembang dimana-mana sehingga ummat Islam terus berkecimpung dalam kesesatan kecuali mereka yang rahmati Allah Swt. Tidak ragu lagi, semua kesesatan ini memang dibiarkan bahkan sebahagiannya dibantu pendanaannya dengan tujuan agar Diinul Islam menjadi bengkok tidak karuan. Musuh-musuh bersatu padu dan membelanjakan harta mereka untuk merusak Islam dan menguasai kaum muslimin. Mereka sangat takut dan khawatir jika kaum muslimin kembali kepada ajaran Islam yang benar karena kebangkitan kaum muslimin adalah momok (hantu) yang tidak bisa menjadikan mereka menikmati kekayaan alam yang ada di negri–negri yang dihuni mayoritas kaum muslimin. Begitulah manhaj (metode) Fir’aun agar kekuasaan yang dimilikinya langgeng maka mereka mengobok-obok ajaran Islam agar umat Islam menjadi lemah dan mudah dikuasai. Manhaj ini diadopsi dengan baik oleh para penjajah Salib terhadap negri-negri jajahannya, begitu juga para penguasa boneka hasil didikan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengatasnamakan kepentingan nasional dan persatuan bangsa, kaum muslimin mereka paksa untuk menerima kemusyrikan dan kesesatan yang mereka ajarkan. Satu kelompok dipilah sebagai kelompok Moderat yakni kelompok kaum muslimin yang mau bertoleransi dengan kemusyrikan dan kemunkaran, yang lainnya dikatagorikan garis keras, radikal bahkan teroris. Yakni kelompok kaum muslimin yang berpegang tegung kepada Al-qur’an dan As-Sunnah dan mengobarkan semangat Jihad. Kemudian mereka adu domba bukan saja pada level wacana tapi juga pada tahapan praktis dengan perebutan asset ummat Islam seperti masjid, pondok pesantren, yayasan dan sebagainya untuk diisi ajaran-ajaran sesat. Sehingga mereka menyalahkan dan mencela kader-kader muda Islam yang amat bagus dan istiqomah melakukan aktivitas Islami di sekitar masjid dan pondok yang diklaim sebagai milik organisasi mereka. Kemudian menyebut kalangan aktivis muda Islam sebagai perpanjangan tangan organisasi Islam yang transnasional seperti Hizbu Tahrir, Ikhwanul Muslimin bahkan Al Qaeda. Masya Alloh !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslimin rohimakumulloh, Jadi jama’ah sekalian , dimana makna Ibadah Haji dan Qurban yang kita lakukan? Apakah semua itu hanya prosesi mencari gelar haji dan keharuman nama? Bukankah berhaji itu menunjukan bahwa Islam itu memang agama yang transnasional atau universal? Bukankah berkurban itu bermakna keikhlasan kita dalam tho’at kepada Alloh Azza wa Jalla sebagaimana kethoatan yang dicontohkan oleh nabi Ibrahim a.s. Beliau siap menempatkan istri yang baru melahirkan dan anak yang baru lahir dipadang pasir yang tidak ada tumbuh-tumbuhan dan air demi melaksanakan perintah Alloh swt. sebagaimana firman Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan Kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, Maka Jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, Mudah-mudahan mereka bersyukur." (QS. Ibrahim : 37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Juga beliau mengamalkan perintah Allah untuk menyembelih putra satu-satunya kesayangannya dan juga kerelaan putranya untuk disembelih karena semata-mata untuk mentho’ati perintah Allah, sebagaimana firmannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar"." (QS. Ash-Shaffat: 102-108)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita semua kembali (bertaubat) kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan secara jujur kita akui bahwa kita masih terjangkit penyakit Wahn (cinta dunia dan takut mati) sehingga kita belum memiliki amal yang sungguh-sungguh untuk kemuliaan Islam dan kaum Muslimin. Kemudian kita tanamkan tekad dalam dada bahwa Insya Alloh kita akan siap mengorbankan apa saja yang paling berharga dalam hidup kita baik harta maupun jabatan dan nyawa untuk mendapatkan maghfiroh, rahmat dan ridho-Nya yakni dengan terus maju pantang mundur berjuang dengan dakwah wal jihad demi tegaknya masyarakat yang hanya mau diatur oleh Al -Quran dan As-Sunnah. Dimana dengan sendirinya, kita juga harus melakukan penolakan dan perlawanan yang hebat terhadap segala ajaran dan aturan manusia yang tidak mau tunduk kepada Hukum Alloh secara kaffah seperti faham Nasionalis, Sosialis, Demokrasi, Kapitalis, Liberalis dan lain-lain. Oleh karenanya, mari kita galang kekuatan kaum muslimin dalam konteks I’daadul Quwwah (mempersiapkan kekuatan) untuk menyongsong kewajiban suci untuk pembebasan negri-negri dan tempat-tempat suci kaum muslimin dengan jihad fii Sabilillah. Dalam rangka mentho’ati perintah Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)." (QS. Al-Anfal : 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan perintah Allah Swt:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلّه فَإِنِ انتَهَوْاْ فَإِنَّ اللّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. jika mereka berhenti (dari kekafiran), Maka Sesungguhnya Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Anfal : 39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasbunalloh wa ni’mal wakiil ni’mal maula wa ni’man nashiir , Allohu Akbar wa lillahil hamd ! Akhirnya , marilah kita berdoa’a kepada Alloh Azza wa Jalla :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللهم لا تجعل مصيبتنا في ديننا ولا تجعل الدنيا أكبر هــمنا ولا مبلغ علمنا ولا تسلط علينا من لا يرحمنا اللهم انصر المجاهدين في كل مكان واجمع كلمتهم وثبت أقدامهم وانصرهم علي عدوك وعدوهم وانصرهم نصرا مؤزرا اللهم أنج المجاهدين المسجونين والغارّين بدينهم في كل مكان اللهم العن كفرة أهل الكتاب الذين يصدون عن سبيلك ويكذبون رسلك و يقاتلون أولياءك . اللهم خالف بين كلمهم وأنزل بهم بأسك الذي لا ترده عن القوم المجرمين ربنا آتنا في الدنيا حسنة و في الآخرة حسنة وقنا عذاب النار ربنا تقبل منا إنك أنت السميع العليم و تب علينا إنك أنت التواب الرحيم سبحان ربك رب العزة عما يصفون و سلام على المرسلين . والحمد لله رب العالمين&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber: eramuslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-4650420094889936454?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/4650420094889936454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=4650420094889936454&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/4650420094889936454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/4650420094889936454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2009/11/teks-khutbah-idul-adha-1430-h-ustadz.html' title='Teks Khutbah Idul Adha 1430 H Ustadz Abu Bakar Ba&apos;asyir'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/Swzvs8_Nw1I/AAAAAAAAALY/RMIy63LNMMs/s72-c/ustadz-abu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-5827092472833703391</id><published>2009-11-22T01:58:00.000-08:00</published><updated>2009-11-22T01:59:54.641-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Gara-gara Tiga biji Kakao Seorang Nenek Diadili</title><content type='html'>&lt;iframe scrolling="no" frameborder="0" width="375" height="360" src="http://www.tvone.co.id/video/28061" allowtransparency="true" style="border:1px solid #ccc"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan nasib para koruptor yang selalu kebal hukum, gara-gara mengambil tiga biji kakao di kawasan perkebunan, Minah (55) seorang nenek renta di Banyumas, Jawa Tengah, harus menjalani sidang di Pengadilan Negeri Purwokerto. Meski terancam hukuman 6 bulan penjara, sang nenek hanya bisa pasrah, pasalnya selain tidak paham hukum, sang nenek tidak memiliki biaya untuk meminta bantuan pengacara.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-5827092472833703391?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/5827092472833703391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=5827092472833703391&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/5827092472833703391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/5827092472833703391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2009/11/gara-gara-tiga-biji-kakao-seorang-nenek.html' title='Gara-gara Tiga biji Kakao Seorang Nenek Diadili'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-5377986422586862542</id><published>2009-11-18T20:05:00.000-08:00</published><updated>2009-11-21T21:13:24.846-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Masih mengeluhkah kita saat turun hujan sore nanti?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SwjIGH5FEhI/AAAAAAAAAJs/_UJQCgQLiWg/s1600/kehujanan.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 167px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SwjIGH5FEhI/AAAAAAAAAJs/_UJQCgQLiWg/s200/kehujanan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406791360181506578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang (kalau saya tidak salah menyimpulkan) hampir selalu saja mengeluh ketika hujan turun saat jam pulang kerja tiba. Karena saya sering kali mendengar langsung apa yang mereka katakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kita sadari bahwa dengan lantaran itu kita bisa menikmati sesuap nasi saat makan siang bersama rekan-rekan kerja kita nanti. Dengan lantaran itu pula malam nanti ada yang dihidangkan untuk kita nikmati bersama keluarga. Dengan lantaran itu pula ada yang kita suapkan ketika anak kita berucap, “Umi, Ihsan lapar… Ihsan mau makan...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang jawa bilang, “yo amargo lantaran udan iku tuwuh kang sarwo tinandur.” (tidak perlu translate kan?). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kita perhatikan lantaran itu pula orang tua dan saudara-saudara kita di desa mendapatkan rizki. Lantaran itu pula mereka membiayai sekolah kita. Lantaran itu pula dahulu mereka menyuapi kita, ya… kita yang sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Marilah kita sejenak menengok di depan kantor kita, betapa Pak Mie Ayam sepanjang jam kerjanya kehujanan. Sedangkan kita kehujanan hanya pada saat pulang kerja. Itupun kita sudah persiapkan jas hujan. Sebagian kita yang diberi kelebihan rizki dapat menikmati perjalanan tanpa tersengat terik matahari, tanpa terguyur hujan. Itupun telah mereka siapkan payung di mobilnya. (Boleh dicek, hampir setiap mobil pribadi ada payung di dalamnya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari berjalan pulang nanti, mari sedikit kita amati para penjual makanan yang mendorong gerobaknya, mereka terus kehujanan, bahkan tidak jarang sepanjang malam. Ada bahkan seseorang yang profesinya sebagai sopir becak, dia bekerja untuk mencukupi kebutuhan anak dan istri tercintanya dengan basah kuyup, karena untuk beli jas hujanpun dia tidak mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Sepantasnyalah kita untuk lebih banyak bersyukur. Sepantasnyalah untuk lebih tidak mengeluh ketika hujan turun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore nanti ketika hujan turun, keluhan apa yang spontan kita ucapkan, atau terbersit kita cercakan dalam hati? Bergembiralah manakala tidak ada lagi semua itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Note: &lt;br /&gt;Buka kembali QS Al Baqoroh ayat 22.  &lt;br /&gt;Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu Mengetahui.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-5377986422586862542?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/5377986422586862542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=5377986422586862542&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/5377986422586862542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/5377986422586862542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2009/11/masih-mengeluhkah-kita-saat-turun-hujan.html' title='Masih mengeluhkah kita saat turun hujan sore nanti?'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SwjIGH5FEhI/AAAAAAAAAJs/_UJQCgQLiWg/s72-c/kehujanan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-6637309857470103905</id><published>2009-11-18T17:47:00.000-08:00</published><updated>2009-11-21T21:18:59.613-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Idul Adha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Idul Adha Ditetapkan Hari Jumat, 27 November 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SwjJLhprF-I/AAAAAAAAAJ0/Yfq18MnpNNo/s1600/idul-qurban.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 158px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SwjJLhprF-I/AAAAAAAAAJ0/Yfq18MnpNNo/s200/idul-qurban.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406792552507185122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA--Pemerintah Indonesia menetapkan 1 Dzulhijjah 1430 Hijriyah jatuh pada hari Rabu 18 November 2009. Dengan demikian umat Islam di tanah air akan merayakan hari raya Idul Adha 1430 Hijriyah pada hari Jumat 27 November 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Pada sidang istbat(menentukan) Hari Raya Idul Adha tahun ini, semua pihak baik para ahli hisab dan ahli rukyat sepakat awal Dzulhijjah 1430 Hirjiyah bertepatan dengan tanggal 18 November 2009, seperti laporan yang disampaikan Ketua BHR (Badan Hisab Rukyat),'' tandas Dirjen Bimas Islam Departemen Agama Prof Dr Nasaruddin Umar MA di Jakarta Rabu (18/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof Dr Nasaruddin Umar MA kemarin memimpin sidang itsbat (penentuan) awal bulan Dzulhijjah dan Hari Raya Idul Adha 1430 Hijriyah. Sidang yang berlangsung di Gedung Departemen Agama Jalan Lapang Banteng Jakarta Pusat itu dihadiri Dr Anwar Ibrahim, Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat, Wahyu Widiyana, Dirjen Peradilan Agama Mahkamah Agung, sejumlah pengurus ormas Islam seperti Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Persis, Al Washliyah, Al Irsyad serta sejumlah anggota Komisi VIII DPR RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengumumkan penentuan awal bulan Dzulhijjah dan Hari Raya Idul Adha, Ketua BHR Rohadi abdul Fatah yang juga Direktur Urusan Agama Islam mengatakan pihaknya telah melakukan rukyatul hilal (peneropongan bulan baru, red) pada hari Selasa (17/11) sore yang bertepatan dengan akhir bulan Dzulkaidah 1430 Hijriyah di beberapa titik rukyat yang dimiliki Departemen Agama. Hasil rukyat tersebut menyebutkan posisi hilal berada di atas ufuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berdasarkan rukyat, penentuan awal Dzulhijjah dan Hari Raya Idul Adha 1430 Hijriyah juga sesua dengan penanggalan sejumlah ormas Islam, seperti Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama, penanggalan Muhammadiyah, Al Irsyad, Persis dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wawancara dengan wartawan seusai sidang itsbat, Nasaruddin mengungkapkan rasa syukurnya, bahwa penetapan awal Ramadlan, awal Syawwal dan Hari Raya Idul Adha 1430 Hijriyah tidak ada perbedaan baik pemerintah dan ormas Islam dan kemungkinan besar juga terjadi pada tahun 2010. ''Tahun 2011 mungkin bisa lain karena ketinggian hilal rendah,'' ujar Nasaruddin yang juga Rektor PTIQ (Perguruan Tinggi Ilmu Alquran) Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjawab pertanyaan wartawan mengenai adanya perbedaan hari raya Idul Fitri 1430 Hijriyah oleh sejumlah aliran tarekat seperti Naqsabandiyah di Padang dan aliran tarikat lainnya, Nasaruddin dengan tegas mengatakan, ''Perbedaan itu bukan masalah besar, karena kelompok tarikat itu hanya diikuti oleh kelompok jemaah yang kecil. Mereka juga tidak bermaksud melakukan kegiatan yang eksklusif,'' tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Mahkamah Tinggi Kerajaan Arab Saudi secara resmi dalam penjelasannya seperti yang dimuat Harian Al-syarq al-Ausat, Rabu (18/11) mengungkapkan awal bulan Dzulhijjah 1430 Hijriyah jatuh pada hari Rabu (18/11). ''Dengan demikian wukuf di Arafah akan jatuh pada hari Kamis yang bertepatan dengan tanggal 26 Nopember 2009. Karena itu Hari Raya Idul Adha akan jatuh pada hari Jumat 27 Nopember 2009,'' tulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber: Republika online&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-6637309857470103905?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/6637309857470103905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=6637309857470103905&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/6637309857470103905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/6637309857470103905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2009/11/idul-adha-ditetapkan-hari-jumat-27.html' title='Idul Adha Ditetapkan Hari Jumat, 27 November 2009'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SwjJLhprF-I/AAAAAAAAAJ0/Yfq18MnpNNo/s72-c/idul-qurban.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-1865920802822582052</id><published>2009-11-10T22:45:00.000-08:00</published><updated>2009-11-21T21:28:06.209-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Puluhan Ribu Facebooker Memaki-Maki Brimob Kemaki, Evan Brimob</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/Svpd4kZue5I/AAAAAAAAAJM/Jhw1486qJ-8/s1600-h/evan_bego.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 108px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/Svpd4kZue5I/AAAAAAAAAJM/Jhw1486qJ-8/s200/evan_bego.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402733929409969042" /&gt;&lt;/a&gt; Evan Brimob, salah satu akun di facebook (FB), membuat gempar dengan statusnya yang sangat provokatif. Namun setelah banjir kecaman, sang Brimob tengil itu mengaku salah dan mohon maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan maaf itu ditulis Evan Brimob dalam status terbarunya, Kamis (5/11/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya mengaku salah dan minta maaf dan ralat pernyataan saya menjadi: Polri butuh masyarakat... masyarakat butuh Polri.... maju terus kepolisian Indonesia, bangkit Indonesiaku, lawan para koruptor dan perusak negeri ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status Evan Brimob sebelumnya adalah "Polri gak butuh masyarakat, tapi masyarakat yg butuh Polri. Maju terus kepolisian Indonesia, telan hidup2 cicak kecil..".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di FB, Evan memamerkan foto dirinya berpakaian Brimob berpistol dan menyandang senjata laras panjang. Ia menantang para komentator. Atas tindakannya itu, Evan bahkan dilaporkan ke Kompolnas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pelapor Evan Brimob ke Kompolnas adalah Wawan, warga Sleman. Dia melapor ke Kompolnas dengan mengisi formulir yang disediakan Kompolnas tertanggal 5 November 2009. Wawan mengirimkan formulir pengaduan yang diisinya itu sebagaimana dikutip dari detikcom, Kamis (5/11/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menulis kesatuan yang dilaporkan ke Kompolnas, Wawan menulis: Sat Brimob Polda Sumsel. Apakah Evan Brimob adalah benar anggota polisi dari Brimob Polda Sumsel? Entahlah. Namun, di profilnya, Evan Brimob mengaku bertugas di Sat Brimob Polda Sumsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, Wawan menulis dalam kolom 'Bentuk Perbuatan', sebagai berikut: "Membuat pernyataan yang melecehkan masyarakat dan beropini negatif tentang masyarakat, secara tidak langsung membuat pernyataan yang provokatif dan bisa memperkeruh isu-isu tentang KPK dan Polri di situs jejaring social facebook." Dia juga memberikan link di sebuah situs forum yang meramaikan tentang hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Facebooker pun segera beraksi dengan membuat kelompok bertajuk Evan Brimob di Benci Rakyat Indonesia. Baru sehari, anggotanya sudah mencapailebih dari sepuluh ribu. Hari ini cira Polri benar-benar terpuruk dan mengalami degradasi. Komentar-komentar para pengikut grup tersebut pun tak kalah hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"MARI KITA BACAIN YASIN BARENG2, BIAR EVAN MATI KEPANASAN N KEBAKAR, muak dengan OKNUM POLISI DAN KEJAKSAAN dan menuntut mundur KAPOLRI DAN JAKSA AGUNG" ungkap salah satu anggota grup itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tertarik ikut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EVAN TERNYATA BENAR-BENAR BRIMOB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evan Brimob yang tampil "tengil" di jejaringan facebook (FB) itu, ternyata benar-benar seorang anggota Brimob. Bahkan akibat ulahnya itu, dia menjalani pemeriksaan di Polda Sumatera Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut informasi, pemeriksaan terhadap personel Polri itu berakhir sekitar pukul 15.20 WIB, Kamis (5/11/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia diperiksa apakah melakukan kesengajaan atau kelalaian membuat pernyataan yang menggemparkan itu," kata Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Abdul Ghafur, yang dihubungi Kamis (05/11/2009) dikutip dari detik.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Abdul Ghafur enggan menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap Evan. Namun yang pasti, kata Abdul Ghafur, Evan belum lama mengenal Facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Soal hasil pemeriksaan itu saat ini dalam proses. Perlu diketahui, Evan ini anggota muda Brimob, dan dia baru mengenal FB. Dan itu dilakukannya di warnet," kata Abdul Ghafur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: www.muslimdaily.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-1865920802822582052?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/1865920802822582052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=1865920802822582052&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/1865920802822582052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/1865920802822582052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2009/11/puluhan-ribu-facebooker-memaki-maki.html' title='Puluhan Ribu Facebooker Memaki-Maki Brimob Kemaki, Evan Brimob'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/Svpd4kZue5I/AAAAAAAAAJM/Jhw1486qJ-8/s72-c/evan_bego.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-5493172862671512649</id><published>2009-11-06T19:48:00.000-08:00</published><updated>2009-11-21T21:29:28.478-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah'/><title type='text'>Khutbah Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SvTu9CwnarI/AAAAAAAAAI8/pg0vHP21_Vs/s1600-h/sholat+ied.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SvTu9CwnarI/AAAAAAAAAI8/pg0vHP21_Vs/s200/sholat+ied.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401204585604278962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“TAQWA,” bekal yang paling berharga&lt;br /&gt;Oleh: Abu Ihsan Sutino&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku kaum muslimin yang berbahagia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita bertakwa kepada Allah dan marilah kita bersama-sama memanjatkan puji syukur kepada Allah atas nikmat-nikmatnya yang diberikan kepada kita semua.&lt;br /&gt;Dan alhamdulillah, petang hari kemarin kita semua telah diberi kekuatan oleh Allah untuk menyelesaikan ibadah puasa selama satu bulan. Walaupun terasa sangat berat dan menumbuhkan kesedihan yang mendalam ketika saat-saat akhir kita akan ditinggalkan bulan ramadhan yang penuh berkah, akan tetapi pada akhirnya dengan qodar Allah kita sampai juga pada penghujung bulan Ramadhan dan permulaan bulan Syawwal 1430 Hijriah. Mudah-mudahan puasa kita diterima oleh Allah SWT dan kita mendapatkan tujuan akhir dari amalan ramadhan, yakni tergolong sebagai orang yang Taqwa. Amin ya rabbal ‘alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku kaum muslimin yang berbahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari ini, umat Islam di seluruh penjuru dunia melepas bulan suci ramadhan yang penuh dengan rahmat, merayakan ‘Idul-Fitri dan melakukan shalat id, baik di tanah lapang maupun di masjid-masjid. Pada pagi hari ini, kita betul-betul merasa sangat berbahagia, dengan wajah yang cerah, hati yang riang, dan pakaian  yang terbaik yang kita miliki, sambil mengumandangkan kalimat-kalimat takbir, tahmid dan tahlil, bersama orang tua yang kita hormati, anak istri yang kita cintai saudara dan seluruh keluarga yang kita sayangi, kita mengagungkan nama Allah yang maha Besar, sebagai tanda kemenangan dalam menjalankan tugas yang berat dengan berpuasa selama satu bulan penuh untuk mendapat ridha Allah SWT.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku kaum muslimin yang berbahagia&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh rahmat, di mana Allah SWT melipatgandakan pahala amalan kita, serta memberikan berbagai bonus yang tidak terdapat pada bulan-bulan lainnya. Yang paling besar adalah Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Firman Allah dalam surat Al Qadr:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan&lt;br /&gt;2.  Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?&lt;br /&gt;3.  Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.&lt;br /&gt;4.  Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan.&lt;br /&gt;5.  Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai dengan  terbit fajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga siapa yang beramal sholih dengan ihlas/murni karena mengharap ridha Allah di malam itu, pahalanya lebih baik dari seribu bulan, atau lebih baik dari 83 tahun, atau mendapatkan lipatan lebih banyak dari 30 ribu kali lipat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku kaum muslimin yang berbahagia&lt;br /&gt;Ketaqwaan merupakan sesuatu yang sangat-sangat penting bagi kita untuk senantiasa kita jaga, karena sesungguhnya ketaqwaan adalah harta yang paling berharga, sebagaimana seorang petani yang memanen padinya lalu menyimpannya di tempat yang aman untuk digunakan sepanjang tahun. Sedangkan taqwa adalah bekal yang tidak hanya kita perlukan selama satu tahun, akan tetapi adalah bekal kita sepanjang hidup, yang kita persiapkan untuk menghadapi pengadilan Allah di yaumil akhir kelak. Dan sebaik-baik bekal adalah Taqwa. &lt;br /&gt;Yang sangat amat harus kita perhatikan adalah bahwasanya yang dijamin masuk sorga oleh Allah adalah orang yang bertaqwa, sebagaimana tercantum dalam Surat Ali Imran (3) 133. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu kita perhatikan adalah dalam ayat tersebut dinyatakan Surga disediakan untuk orang yang bertaqwa. Tidak sekedar sudah masuk Islam kemudian bersantai-santai mengharapkan surga, tanpa mau mengusahakan diri agar menjadi golongan orang yang taqwa. Tidak mau menuntut ilmu sebagai pedoman dalam beramal, enggan melaksanakan ibadah serta tidak memperdulikan larangan-larangan Allah ta’ala. Cara hidup seperti itu kelak akan menghadirkan penyesalan yang tiada tara. Marilah kita jauhkan diri dan keluarga kita dari sikap hidup muslimin yang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun taqwa adalah bekal yang selalu terancam oleh godaan syaitan, terancam oleh hawa nafsu yang tak terkendalikan, dan terancam oleh perbuatan-perbuatan dosa yang lainnya yang dapat mengikisnya, maka sudah semestinya bagi kita semua yang hadir pada pagi hari ini untuk menjaga bekal dan apa-apa yang telah kita peroleh. Dan sebagai upaya untuk tetap menjaga harta kita yang paling berharga, semestinya kita terus melanjutkan sekian banyak pelajaran-pelajaran yang telah kita peroleh di sekolah ramadhan. Di antaranya: &lt;br /&gt; Menghidupkan sepertiga malam terakhir  dengan melakukan shalat malam, di mana pada malam itu kebanyakan manusia terlelap dalam tidurnya, padahal Allah turun ke langit dunia untuk mengabulkan permintaan hambanya yang mau meminta. &lt;br /&gt; Melanjutkan tadarus al Qur’an dalam keseharian kita, agar kita senantiasa diliputi rahmat dari Allah swt. Tadarus semestinya tidak sekedar membaca, akan tetapi mempelajari makna dan pelajaran yang terkandung dalam al Qur’an, untuk kita fahami dan kita amalkan, sehingga pola hidup kita akan menjadi lebih baik dan semakin baik seiring bertambahnya pemahaman al Qur’an pada diri kita.&lt;br /&gt; Memperhatikan saudara-saudara kita yang masih dalam kemiskinan, menyantuni anak yatim, memperbanyak infaq dan shodaqoh, menghormati tetangga, serta bersedia menerima semua hukum Allah yang telah diturunkan untuk mengatur manusia.  Kita halalkan apa yang dihalalkan oleh Allah, demikian pula kita haramkan apa saja yang diharamkan oleh Allah ta’ala. Itulah beberapa hal yang harus kita jaga setelah ramadhan berlalu meninggalkan kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku kaum muslimin yang berbahagia&lt;br /&gt;Dan akhirnya di hari ini, dengan bermodalkan taqwa, marilah kita persiapkan diri untuk menjalani kehidupan kita sesuai sisa umur masing-masing, kehidupan yang penuh liku-liku, ujian dan rintangan, kehidupan yang kita lalui dalam waktu yang tidak seberapa, tetapi amat sangat menentukan pada nasib kita di kehidupan yang kekal abadi yang akan kita temui. Dan dengan bekal taqwa pula, kita kejar target utama kehidupan kita, yaitu mendapatkan kemenangan yang besar, faudzul adziem, berupa ridho Allah dan surganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku kaum muslimin yang berbahagia&lt;br /&gt;Akhirnya, marilah kita bersama-sama mengkhusu’kan hati untuk bersama-sama bermunajat kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Ya Allah Ya Kholiq, segala puji syukur hanyalah untuk-Mu. Engkaulah yang menciptakan kami dari tidak ada menjadi seseorang yang hadir dihadapanmu pagi ini. Engkaulah yang menciptakan orang tua kami, anak cucu, saudara dan seluruh masyarakat kami, dan kami semua yang hadir di sini pada pagi hari ini adalah hambaMu. Akan kami tepati janji kami kepada-Mu dengan seluruh kemampuan kami. Kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan-kejahatan yang sering kami perbuat. Ampunilah dosa-dosa  kami, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kami selain Engkau”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, kami berkumpul di hadapan-Mu, sebagaimana kami akan berkumpul di hadapan-Mu di padang mahsyar nanti. Sekarang Engkau inginkan kami memanggil-Mu dan memohon ampunan-Mu. Kelak di hari kiamat Engkau akan mengadili kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, dengan cahaya-Mu kami mendapat petunjuk, dengan karuniamu kami mendapat kecukupan, dengan nikmat-Mu kami masuki pagi dan petang, dan inilah kami yang membawa dosa-dosa kami di hadapan-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah Ya Ghaffar, kami mohon ampunan-Mu, kami bertobat kepada-Mu. Engkau telah melimpahi kami dengan berbagai kenikmatan, tapi tak jarang kami justru melakukan kemaksiatan. Tak henti-hentinya malaikat pencatat amal mengantarkan kepada-Mu kejelekan amal kami. Akan tetapi sampai detik ini tidak mencegah-Mu untuk melimpahi kami dengan nikmat-nikmat-Mu, serta tidak mencegahMu untuk menahan siksamu di dunia ini pada masyarakat kami ya Allah. Jika di Aceh, Jogja, Sidoarjo serta yang terbaru di Bandung dan Tasikmalaya mereka mendapat peringatan kerasmu, kami bersyukur ketika di kampung halaman kami engkau muliakan kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kami sangat berharap agar hal itu tidak lantas membuat kami lupa, maka berilah kekuatan kami untuk dapat berintrospeksi diri, memperbaiki kekeliruan sepak terjang kami, berilah kesadaran kami untuk menghentikan kecongkakan kami atas ketidaktaatan bahkan penolakan atas hukum-hukumMu, menghentikan kesombongan dan ketakaburan kami atas perbuatan kami mengganti hukum-hukum muliaMu, dengan hukum buatan kami sendiri yang jauh menyimpang dari kebenaranMu. Ya Allah berilah petunjuk kami untuk dapat tunduk tawadhu’ menuju amalan-amalan yang membuat ridho dan ampunanmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ya Allah, terimalah puasa kami. Dengannya kami menahan lapar dan dahaga di siang hari. Terimalah pula bacaan al qur’an kami, dengannya menahan mata kami untuk tetap terjaga di malam hari. Jadikanlah keduanya syafaat bagi kami pada hari akhir nanti, hari yang selalu sangat kami cemaskan akankah kami dapat menerima kitab catatan dengan tangan kanan kami, ataukah justru diterimakan pada tangan kiri kami atau dihentakkan pada punggung kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, berikanlah barokah atas makan sahur kami, jadikanlah kegembiraan buka puasa kami dapat mengantarkan kami pada kegembiraan saat perjumpaan denganMu Ya Allah. Terimalah pula infaq &amp; shodaqoh kami, terimalah zakat fitrah dan zakat maal kami “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ya Allah, sesungguhnya kami memohon Ridhamu dan Sorgamu. Dan kami berlindung dari Murkamu dan Nerakamu. Karena selain Engkau tidak ada yang dapat menyelamatkan kami dari Jahannam yang begitu besar, dahsyat dan panas menggelora, yang untuk menghadirkannya diperlukan kendali-kendali yang dihela oleh 4,9 miliar malaikat. Sedangkan satu malaikat saja dapat mengangkangi bumi ini ya Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah Yaa Wahhaab, berilah barokah pada masyarakat kami, bantulah  kami agar mampu menjaga kesucian hati kami setelah ramadhan meninggalkan kami. Bukakanlah pintu rahmat-Mu, dan terimalah do’a-do’a dan amal-amal kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ya Allah tetapkanlah hari terbaik kami adalah hari saat Engkau memanggil kami, jadikanlah husnul khotimah sebagai akhir hidup kami, wafatkanlah kami bersama orang-orang yang baik ya Allah”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-5493172862671512649?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/5493172862671512649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=5493172862671512649&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/5493172862671512649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/5493172862671512649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2009/11/khutbah-idul-fitri.html' title='Khutbah Idul Fitri'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SvTu9CwnarI/AAAAAAAAAI8/pg0vHP21_Vs/s72-c/sholat+ied.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-2769883032750560889</id><published>2009-11-06T19:28:00.000-08:00</published><updated>2009-11-21T21:30:06.081-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bayi kita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Mengenalkan Makanan Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SvTqxHM1hyI/AAAAAAAAAI0/k1C3SqbEh1U/s1600-h/ihsan+main+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SvTqxHM1hyI/AAAAAAAAAI0/k1C3SqbEh1U/s200/ihsan+main+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401199982591444770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAPANKAH sebaiknya anda memberikan makanan padat pertama pada anak anda, sebagai bahan pertimbangan anda cobalah perhatikan beberapa hal berikut ini, apakah anak anda sudah mampu untuk duduk tanpa bantuan? kepala dapat berdiri tanpa terhuyung-huyung? menaruh sesuatu ke dalam mulut dan mengunyahnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas adalah ya, maka buah hati anda sudah siap untuk mendapatkan makanan padat pertamanya. Ada baiknya juga jika anda menundanya hingga satu atau dua bulan kedepan, sehingga buah hati anda betul-betul siap mendapatkannya, namun demikian anda dapat juga memulainya sekarang. Berikut beberapa tips jika anda ingin memulainya sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sereal beras direkomendasikan sebagai makanan padat pertama oleh semua dokter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sereal beras umumnya diperkaya dengan besi dan tidak menyebebkan alergi. Campurkan satu sendok makan sereal dengan ASI atau susu formula bayi yang diperkaya dengan besi sehingga menjadi campuran yang lembut dan sekental krim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan pada bayi ketika dia sudah cukup lapar, namun tidak sangat lapar. Posisikan buah hati anda pada pangkuan anda. Awali dengan memberikan buah hati anda ASI atau susu formula, dilanjutkan dengan sereal dan akhiri dengan ASI ataupun susu formula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan sendok yang kecil dan bermulut sempit, ambil sedikit sereal dan taruhlah di tengah lidah buah hati anda. Pada awalnya dia akan memuntahkan makanan tersebut, namun bersabarlah. Buah hati anda membutuhkan waktu untuk belajar mengunyah dan menelan. Gunakan oto atau kain alas untuk mengurangi kekacauan yang dapat terjadi. Mulailah pelan-pelan dan dalam jumlah yang sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menyuapi bayi anda dengan botol atau penyemprot makanan karena dapat menyebabkan dia tersedak. Barang-barang tersebut tidak membantu buah hati anda untuk belajar makan dari sendok dan dapat menyebabkan ia makan dalam jumlah yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah-buahan dan Sayur-sayuran sebagai pilihan makanan padat selanjutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah berikan buah hati anda satu jenis buah atau sayuran terlebih dahulu sebelum menambahkan jenis yang lain. Hal ini memberikan kesempatan bagi bayi anda untuk mengetahui apakah bayi anda mempunyai alergi tertentu ataupun tidak cocok terhadap salah satu jenis makanan. Untuk alasan yang sama, berikan satu jenis makanan terlebih dahulu seperti buah pir, sebelum mencoba mengkombinasikan dengan makanan lain seperti buah pir dan apel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya jangan mennyiapkan makanan dalam jumlah yang banyak, karena anda kemungkinan besar harus membuang makanan yang tersisa. Air ludah bayi anda pada sendok dapat menyebabkan makanan menjadi mudah basi. Untuk menghindarinya, siapkan makanan bayi dalam jumlah sedikit dan gunakan piring kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun buah hati anda sudah mendapatkan makanan padat, dia tetap membutuhkan ASI atau susu formula yang diperkaya besi. Bayi anda membutuhkannya sekurang-kurangnya setahun pertama kehidupannya, tetapi bukan susu sapi. Susu sapi tidak mempunyai kandungan gizi selengkap susu formula atau ASI yang sangat diperlukan bagi bayi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: www.bayisehat.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-2769883032750560889?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/2769883032750560889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=2769883032750560889&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/2769883032750560889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/2769883032750560889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2009/11/mengenalkan-makanan-baru.html' title='Mengenalkan Makanan Baru'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SvTqxHM1hyI/AAAAAAAAAI0/k1C3SqbEh1U/s72-c/ihsan+main+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-1751718435143493313</id><published>2009-10-26T20:25:00.000-07:00</published><updated>2009-11-21T21:30:34.429-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='informasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lowongan'/><title type='text'>Lowongan CPNSD 2009 Jawa Tengah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SuZrnUgwA6I/AAAAAAAAAHQ/ZbnM1F6YH3c/s1600-h/lowongan+cpns.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 136px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SuZrnUgwA6I/AAAAAAAAAHQ/ZbnM1F6YH3c/s200/lowongan+cpns.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397119526715261858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tidak dipungkiri, menjadi PNS masih merupakan dambaan banyak orang. "Biar ketika sudah tua nanti dapat pensiunan", mungkin merupakan alasan mereka yang sering kita dengar. Ada juga pertimbangan lain, "kalo nglamar besar kemungkinan diterima oleh calon mertua" dan sebagainya. Asal jangan "wah, kerjaanku sekarang sangat padat, menumpuk, bikin stress. Coba jadi PNS aja ya, mungkin di sana bisa lebih santai kali.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya tidak tepat bila saya berpanjang kata. Baiklah, lowongan CPNSD 2009 Jawa Tengah dapat anda lihat &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;a href="http://cpns.jatengprov.go.id/index.php?page=pengumuman" target="new"&gt;di sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang berminat, selamat mencoba. Besuk kalo dapat pensiunan jangan lupa sama blog ini ya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-1751718435143493313?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/1751718435143493313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=1751718435143493313&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/1751718435143493313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/1751718435143493313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2009/10/lowongan-cpnsd-2009-jawa-tengah.html' title='Lowongan CPNSD 2009 Jawa Tengah'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SuZrnUgwA6I/AAAAAAAAAHQ/ZbnM1F6YH3c/s72-c/lowongan+cpns.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-7260184723664645324</id><published>2009-10-22T20:33:00.000-07:00</published><updated>2009-11-25T18:27:45.495-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanda Kekuasaan Alloh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Bayi Ajaib Tanda Kekuasaan Allah SWT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SuEknb1qNyI/AAAAAAAAAHI/d7c13rbdOkw/s1600-h/bayiquranDLM.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SuEknb1qNyI/AAAAAAAAAHI/d7c13rbdOkw/s200/bayiquranDLM.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395634088472885026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Untuk ke sekian kalinya Allah SWT menunjukkan tanda-tanda kekuasaanNya. Masihkah kita selalu saja lupa dan berpaling dariNya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kabar yang beredar beberapa hari terakhir, tentang &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2009/10/23/101045/1226988/10/sebelum-muncul-ayat-quran-ali-tak-tidur-panas-40-derajat-celcius" target="new"&gt;bayi ajaib&lt;/a&gt; yang muncul ayat al Qur'an di tubuhnya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-7260184723664645324?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/7260184723664645324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=7260184723664645324&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/7260184723664645324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/7260184723664645324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2009/10/bayi-ajaib-tanda-kekuasaan-allah-swt.html' title='Bayi Ajaib Tanda Kekuasaan Allah SWT'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SuEknb1qNyI/AAAAAAAAAHI/d7c13rbdOkw/s72-c/bayiquranDLM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-7046457958644318219</id><published>2009-10-22T18:03:00.000-07:00</published><updated>2009-11-21T21:26:01.763-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Khutbah Nikah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SwjLZHo7HoI/AAAAAAAAAKE/zsZ0lK5_yHA/s1600/DSCF6952.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SwjLZHo7HoI/AAAAAAAAAKE/zsZ0lK5_yHA/s200/DSCF6952.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406794985066143362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“ Di antara tanda – tanda keagungan Alloh ialah, Dia menciptakan bagimu, dari jenismu sendiri, pasangan - pasangannya, supaya kamu hidup tenteram bersamanya. Dan dijadikan Alloh bagimu cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya dalam hal itu ada tanda - tanda bagi orang - orang yang mau berpikir (QS: 30:21) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini ditempatkan Alloh pada rangkaian ayat tentang tanda - tanda kebesaran Alloh di alam semesta tentang tegaknya langit, terhamparnya bumi, jatuhnya air hujan, gemuruhnya halilintar, dan keajaiban penciptaan manusia. Dengan ayat ini Alloh ingin mengajarkan kepada kita betapa Ia dengan sengaja menciptakan kekasih yang menjadi pasangan hidup manusia. &lt;br /&gt;Diciptakan Alloh bumi dengan segala yang ada di atasnya – samudera luas, bukit tinggi, rimba belantara, rembulan dan gemintang, diturunkan-Nya hujan, ditumbuhkan-Nya pepohonan, dan disirami-Nya tetanaman; semuanya untuk kebahagiaan manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, Alloh Yang Maha Tahu memberikan lebih daripada itu. Diketahui-Nya getar dada kerinduan hati. Dia tahu betapa sering kita memerlukan seseorang yang mau mendengar bukan saja kata yang diucapkan, melainkan juga jeritan hati yang tidak terungkapkan. Yang mau menerima segala perasaan tanpa pura - pura, prasangka dan pamrih. Karena itu diciptakanNya seorang kekasih. Alloh tahu, pada saat kita diharubiru, dihempas ombak, diguncang badai, dan dilanda duka,, kita memerlukan seseorang yang mampu meniupkan kedamaian, mengobati luka, menopang tubuh lemah, dan memperkuat hati tanpa pura – pura, prasangka dan pamrih. Karena itu diciptakanNya seorang kekasih. Alloh tahu, kadang - kadang kita berdiri sendiran lantaran keyakinan atau mengejar impian. Kita memerlukan seseorang yang bersedia berdiri disamping kita tanpa pura - pura, prasangka, dan pamrih. Karena itu diciptakanNya seorang kekasih. &lt;br /&gt;Supaya hubungan antara pencinta dan kekasihnya itu menyuburkan ketenteraman, cinta dan kasih sayang,  Alloh menetapkan suatu ikatan suci, yaitu akad nikah. Dengan dua kalimat yang sederhana, ijab dan Kabul, terjadilah perubahan besar; yang haram menjadi halal, yang maksiat menjadi ibadat, kekejian menjadi kesucian, dan kebebasan menjadi tanggung jawab. &lt;br /&gt;Maka nafsu pun berubah menjadi cinta dan kasih sayang. Begitu besarnya perubahan ini sehingga Al Qur’an menyebut akad nikah sebagai mitsaqan ghalizha (perjanjian yang berat). Hanya tiga kali kata ini disebut dalam Al Qur’an. Pertama ketika Alloh membuat perjanjian dengan para Nabi dengan Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad saw (QS : 33 : 7). Kedua ketika Aloh mengangkat Bukit Thur di atas kepala Bani Israil dan menyuruh mereka bersumpah setia di hadapan Alloh (QS: 4: 154). Dan ketiga ketika Alloh menyatakan hubungan pernikahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudariku, &lt;br /&gt;Karena itu, peristiwa yang baru saja terjadi ini bukanlah peristiwa kecil di hadapan Alloh. Akad nikah yang baru saja Anda lakukan berdua sama tingginya dengan perjanjian para Rasul, sama dahsyatnya dengan perjanjian Bani Israil di bawah bukit Thur yang bergantung di atas kepala mereka. Peristiwa akad nikah tidak saja disaksikan oleh kedua orang tua, saudara - saudara dan sahabat - sahabat Anda, tetapi juga disaksikan oleh para malaikat di langit yang tinggi dan terutama sekali disaksikan oleh Alloh Penguasa alam semesta. &lt;br /&gt;Bila Anda sia - siakan perjanjian ini, bila Anda ceraikan ikatan yang sudah terbuhul, bila Anda putuskan janji yang sudah terpatri, Anda bukan saja harus bertanggung jawab kepada mereka yang hadir saat ini. Anda juga harus bertanggung jawab di hadapan Alloh Robul ‘alamin. &lt;br /&gt;Rasulullah saw. Bersabda : &lt;br /&gt;“Laki - laki adalah pemimpin di tengah keluarganya dan ia harus mempertanggungjawabkan kepemimpinannya. Wanita adalah pemimpin di rumah suaminya, dan ia harus mempertanggungjawabkan kepemimpinannya. (Bukhari Muslim) &lt;br /&gt;Karena itu, Rosulullah mengukur baik buruknya seseorang dari cara dia memperlakukan keluarganya. &lt;br /&gt;“Yang paling baik di antara kamu adalah yang paling baik dan paling lembut terhadap keluarganya” &lt;br /&gt;Mengapa Alloh dan RasulNya mewasiatkan agar kita memelihara akad nikah yang suci ini? Mengapa kebaikan manusia diukur dari cara dia memperlakukan keluarganya? Mengapa suami dan istri harus mempertanggungjawabkan peran yang dilaksanakan mereka di hadapan Allah ? Jawabnya sederhana: Karena Allah tahu bahwa kebahagiaan dan pendiertaan manusia sangat bergantung pada hubungan mereka dengan orang - orang yang dicintai mereka, yakni dengan keluarganya. “Bila di dunia ini ada surga,” kata Marie von Ebner-Eschenbach’ “surga itu ialah pernikahan yang bahagia. Tetapi Bila di dunia ini ada neraka, neraka itu adalah pernikahan yang gagal.” Para psikolog menyebutkan persoalan rumah tangga sebagai penyebab stress yang paling besar dalam kehidupan manusia. &lt;br /&gt;Karena itulah, Islam dengan penuh perhatian mengatur urusan rumah tangga. Sebuah ayat pernah diturunkan dari langit hanya untuk mengatur urusan pernikahan antara Zainab bin Haritsah. Sebuah surat turun untuk mengatur urusan rumah tangga seluruh kaum Muslimin. Ribuan tahun yang silan, di Padang Arafah, di hadapan ratusan ribu umat Islam yang pertama, Rasulullah saw. menyampaikan khotbah perpisahan. Perhatikanlah apa yang diwasiatkannya pada hari itu. &lt;br /&gt;“Wahai manusia, takutlah kepada Allah akan urusan wanita. Sesungguhnya kamu telah mengambil mereka sebagai istri dengan amanat Allah. Kami halalkan kehormatan mereka dengan kalimah Allah. Sesungguhnya kamu mempunyai hak atas istrimu, dan istrimu pun mempunyai hak atas kamu. Ketahuilah, aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik terhadap istri kalian. Mereka adalah penolong kalian. Mereka tidak memilih apa-apa untuk dirinya, dan kamu pun tidak memilih apa – apa dari diri mereka selain itu. Jika mereka patuh kepadamu, janganlah kamu berbuat aniaya terhadap mereka” (HR. Muslim dan Turmudzi) &lt;br /&gt;Izinkahlah saya menyampaikan amanat, pertama kepada Saudara yang kini harus memikul wasiat Nabi pada Haji Wada. &lt;br /&gt;Saudaraku, hari ini, dengan nikmat dan inayat Allah swt. anda sampai pada saat yang paling indah, paling bahagia, tetapi juga paling mendebarkan dalam kehidupan Anda. Saat paling indah, sebab mulai pagi ini cinta tidak lagi berbentuk impian dan khayalan. Saat yang paling bahagia, sebab akhirnya Anda berhasil mendampingi wanita yang Anda cintai. Saat yang paling mendebarkan, sebab mulai saat ni Anda memikul amanat Allah untuk menjadi pemimpin keluarga. &lt;br /&gt;Kalau pada saat ini dada Anda berguncang, darah Anda berdebur, dan suara Anda bergetar, itu adalah pertanda Anda tebah memasuki babak baru dalam kehidupan Anda. Dahulu Anda adalah manusia bebas yang boleh pergi sesuka Anda. Tetapi sejak hari ini, bila Anda belum juga pulang setalah larut malam, di rumah anda ada seorang perempuan lembut yang tidak bisa tidur karena mencemaskan Anda. Kini bila berhari - hari Anda tidak pulang tanpa berita, di kamar Anda ada seorang perempuan lembut yang akan membasahi bantalnya dengan liangan air mata. Dahulu bila Anda mendapat musibah, anda hanya mendapat ucapan turut berduka cita dari sahabat - sahabat anda. Tetapi kini, seorang istri akan bersedia mengorbankan apa saja agar anda meraih kembali kebahagiaan anda. Anda sekarang mempunyai kekasih yang diciptakan Allah untuk berbagi suka dan duka dengan Anda. &lt;br /&gt;Saudaraku, wanita yang duduk di sisi Anda bukanlah segumpal daging yang dapat anda kerat dengan tidak semena-mena, dan bukan pula budak belian yang dapat anda perlakukan sewenang-wenang. Ia adalah wanita yang dianugerahkan Allah untuk membuat hidup anda lebih indah dan lebih bermakna, Ia adalah amanat Allah yang akan Anda pertanggungjawabkan di hadapanNya &lt;br /&gt;Nabi saw. Bersabda : &lt;br /&gt;“Ada dua dosa yang akan didahulukan Allah siksanya di dunia ini juga, yaitu al baghyu dan durkaha kepada orang tua (HR. Turmudzi, Bukhari dan Thabrani) &lt;br /&gt;Al baghyu adalah berbuat sewenang-wenang, berbuat zalim dan menganiaya orang lain. Dan al-baghyu yang paling dimurkai Allah ialah berbuat zalim terhadap istri sendiri. Termasuk al-baghyu ialah menelantarkan istri, menyakiti hatinya, merampas kehangatan cintanya, merendahkan kehormatannya, mengabaikannya dalam mengambil keputusan, dan mencabut haknya untuk memperoleh kebahagiaan hidup bersama anda. Karena itulah Rasulullah saw. mengukur tinggi rendahnya martabat seorang laki-laki dari cara ia bergaul dengan istrinya. Nabi saw. Bersabda: &lt;br /&gt;“Tidak memuliakan wanita kecuali laki - laki yang mulia. Tidak merendahkan wanita kecuali laki – laki yang rendah juga.” &lt;br /&gt;Rasulullah adalah manusia paling mulia. Dan Aisyah bercerita bagaimana Rasul memuliakannya : &lt;br /&gt;“Di rumah” kata Aisyah “Rasulullah melayani keperluan istrinya, memasak, menyapu lantai, memerah susu, dan membersihkan pakaian.” &lt;br /&gt;Dia memanggil istrinya dengan gelaran yang baik. Setelah Rasulullah saw. meninggal dunia, ada beberapa orang menemui Aisyah, memintanya agar menceritakan perilaku Nabi saw. Air matanya berderai, kemudian dengan nafas panjang ia berkata “Kana kullu amrihi ajaba” (Ah, semua perilakunya indah). Ketika didesak untuk menceritakan perilaku Rasul yang paling mempesona, Aisyah kemudian mengisahkan bagaimana Rasul yang mulia bangun di tengah malam dan meminta izin kepada Aisyah untuk salat malam. “Izinkan aku menyembah Tuhanku.” ujar Rasulullah saw kepada Aisyah. Bayangkan Saudara, sampai untuk salat malam saja beliau meminta izin istrinya. Di situ berhimpun kemesraan, kesucian, kesetiaan dan penghormatan. &lt;br /&gt;Saudaraku, kalau saya harus menyimpulkan nasihat saya kepada Anda, saya hanya ingin mengatakan: Muliakan istri Anda begitu rupa sehingga kelak, bila Alloh menakdirkan Anda meninggal lebih dahulu, lalu kami tanyai istri Anda tentang perilaku Anda, ia akan menjawab seperti Aisyah: “ Ah,.. semua perilakunya indah, menakjubkan” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, dengan izin Anda, perkenankanlah saya sekarang menyampaikan wasiat Rasulullah saw kepada wanita di samping anda. &lt;br /&gt;Rasul yang mulia bersabda : &lt;br /&gt;“Seandainya aku boleh memerintahkan manusia bersujud kepada manusia lain, akan aku perintahkan istri untuk bersujud kepada suaminya karena besarnya hak suami yang dianugerahkan Allah atas mereka (HR. Abu Dawud, Al-Hakim dan At-Turmudzi) &lt;br /&gt;Banyak istri menuntut agar suaminya membagiakan mereka. Jarang terpikirkan bagaimana ia berusaha membahagiakan suami. Cinta dan kasih sayang tumbuh dalam suasana “memberi,” bukan “mengambil”. Cinta adalah sharing, saling berbagi. Anda tidak akan memperoleh cita kalau yang anda tebarkan adalah kebencian. Anda tidak akan memetik kasih sayang kalau yang Anda tanam adalah kemarahan. Anda tidak akan meraih ketenangan bila yang Anda suburkan dendam dan kekecewaan. &lt;br /&gt;Saudariku, Anda boleh memberi apa saja yang Anda miliki. Tetapi, buat suami Anda, tidak ada pemberian istri yang paling membahagiakan selain hati yang selalu siap berbagi kesenangan dan penderitaan. Di luar rumah, suami Anda boleh jadi diguncangkan dengan berbagai kesulitan. Di luar rumah, ia menemukan wajah-wajah tegar, mata – mata tajam, ucapan yang kasar, dan pergumulan hidup yang berat. Ia ingin ketika ia pulang ke rumah, di situ ditemukannya wajah yang ceria, mata yang sejuk, ucapan yang lembut, dan berlindung di dalam keteduhan kasih sayang Anda. Seperti cerita Putri Salju-nya Andersen, suami Anda ingin mencairkan seluruh beban jiwanya dengan kehangatan air mata yang terbit dari samudera kasih sayang Anda. Rasul yang mulia bersabda : &lt;br /&gt;“Istri yang paling baik ialah yang membahagiakanmu bila kamu memandangnya, yang mematuhimu bila kamu menyuruhnya, dan memelihara kehormatan dirinya dan hartamu bila kamu tidak ada” (HR. Thabrani) &lt;br /&gt;Rasul yang mulia bersabda bahwa surga terletak dibawah telapak kaki kaum ibu. Apakah rumah tangga yang Anda bangun hari ini akan menjadi surga atau neraka, bergantung kepada Anda sebagai ibu rumah tangga. Rumah tangga akan menjadi surga bila di situ Anda hiaskan kesabaran, kesetiaan, dan kesucian, Allah berfirman : &lt;br /&gt;“(Wahai kaum wanita), ingatlah ayat-ayat Allah dan al-hikmah yang dibacakan di rumah-rumah kamu. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang dan Maha Mengetahui.”(Q 33:34) &lt;br /&gt;Saudariku, kelak bila perahu rumah tangga Anda bertubrukan dengan kerikil tajam, bila impian remaja telah berganti menjadi kenyataan yang pahit, bila bukit-bukit harapan diguncang gempa cobaan, kami ingin melihat Anda tetap teguh di samping suami Anda. Anda tetap tersenyum walaupun langit makin mendung. Pada saat seperti itu mungkin tidak ada yang paling menyejukkan suami Anda selain melihat pemandangan yang mengharukan. Ia bangun di malam hari. Didapatinya Anda tidak ada di sampingnya. Tetapi, kemudian ia mendengar suara yang dikenalnya betul. Di atas sajadah, di atas lantai yang dingin, ia menyaksikan seorang wanita bersujud. Suaranya gemetar. Ia sedang bermohon agar Allah menganugerahkan pertolongan bagi suaminya. Pada saat seperti itu suami Anda akan mengangkat tangan ke langit, dan bersamaan dengan tetes-tetes air matanya ia berdoa: “Ya Allah, karuniakan kepada kami istri dan keturunan yang menentramkan hati kami, dan jadikanlah kami penghulu orang-orang yang taqwa” &lt;br /&gt;Pernah suatu saat Aisyah bercerita setelah Kadijah meninggal dunia: &lt;br /&gt;“Hampir setiap kali Rasulullah saw akan keluar rumah, beliau menyebut Khadijah seraya memujinya. Sehingga, pada suatu hari, ketika beliau menyebutnya lagi, timbul rasa cemburuku, dan kukatakan kepadany : Bukankah ia hanya seorang wanita yang sudah tua, sedangkan Allah telah memberi Anda pengganti yang lebih baik daripada dia? Mendengar itu Rasulullah SAW kelihatan amat marah, sehingga bagian depan rambutnya bergetar karenanya. Lalu beliau berkata: Tidak, demi Allah! Aku tidak mendapat pengganti yang lebih baik daripada dia…! Dia beriman kepadaku ketika orang-orang masih dalam kekafiran. Dia menaruh kepercayaan padaku ketika orang-orang lain mendustakanku. Dia membantuku dengan harta ketika tidak seorangpun selain dia bersedia memberiku sesuatu. Dan Allah telah menganugerahkan keturunanku daripadanya, dan tidak dari istri-istriku yang lain” (Al-Hadis) &lt;br /&gt;Saudariku, andaikan ditakdirkan Allah Anda meninggal dunia lebih dahulu, lalu kami menemui suami anda, dan kami tawarkan pengganti Anda, pada saat itu suami Anda akan bergetar marah dan dan seperti Rasul yang mulia, ia berkata “Demi Allah, tidak ada yang dapat menggantikan dia. Dia yang memperkuat hatiku ketika aku hampir putus asa. Dia mempercayaiku ketika semua orang menjauhiku. Dia memberikan ketulusan hati ketika semua orang mengkhianatiku.” Bila itu yang terjadi, berbahagialah Anda, saudariku, karena Rasulullah bersabda : &lt;br /&gt;“Bila seorang wanita meninggal dunia, sedangkan suaminya ridha sekali dengan tingkah lakunya ketika ia masih hidup, maka wanita itu masuk surga” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku-saudariku, hadirin dan hadirat, &lt;br /&gt;Marilah kita antarkan kedua mempelai pada kehidupan mereka yang baru. Kepada mereka berdua ingin kita amanatkan firman Allah swt. “Berbekallah kalian, sesungguhnya bekal yang paling baik adalah taqwa” (Q: 2:197). Marilah kita berdoa untuk mereka: &lt;br /&gt;“Ya, Allah pagi ini dua hamba-Mu yang dhoif mematri janji di hadapan kebesaran-Mu. Kami tahu, tidak mudah bagi mereka untuk memelihara ikatan suci ini dalam naungan ridha dan maghfiroh-Mu. Kami tahu, amat berat bagi mereka untuk mengayuh perahu rumah tangga mereka menghadapi taufan godaan di hadapan mereka. Karena itulah kami datang memohon rahman dan rahimMu. &lt;br /&gt;Tunjukilah mereka jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahi kenikmatan, bukan jalan orang-orang yang Engkau timpai kemurkaan, bukan pula jalan orang-orang yang tenggelam dalam kesesatan. Sinarilah hati mereka dengan cahaya petunjukMu. Terangilah jalan mereka dengan sinar taufikMu. Kalau Engkau berkenan menganugerahkan nikmatMu atas mereka, bantulah mereka untuk banyak berzikir dan bersyukur atas nikmatMu. Hindarkan mereka dari kealpaan orang-orang yang terlena dalam kemewahan dunia. Lembutkan mereka untuk merasakan curahan rahmatMu. Bimbinglah mereka untuk membagikan anugerahMu kepada hamba-hambaMu. &lt;br /&gt;Bila Engkau berkenan memberikan ujian atas mereka, berikan bagi mereka keteguhan hati dan kesabaran, lalu bangunkan mereka di tengah keheningan malam. Gerakkan bibir-bibir mereka untuk menyebut nama-namaMu yang suci. Basahkanlah sajadah mereka dengan air mata kekhusyukan ketika mereka merintih di hadapan rahman-rahimmu. Jadikanlah saat-saat seperti ini sebagai saat yang paling menentramkan hati mereka. &lt;br /&gt;Ya Allah, tunjukkan kepada mereka jalan yang benar itu benar, dan berikan kepada mereka kemampuan untuk mengikutinya. Dan tunjukkan kepada mereka jalan yang sesat itu sesat, dan berikan kepada mereka kemampuan untuk menjauhinya. &lt;br /&gt;Ya Allah, mereka telah berniat untuk melaksanakan amanatMu dengan seluruh kemampuan mereka. Cintakan iman pada mereka, dan hiaskan iman itu pada jantung mereka. Bencikan mereka akan kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan. Jadikan mereka diantara orang-orang yang mendapat hidayahMu &lt;br /&gt;Ya Allah, indahkan rumah mereka dengan kalimat-kalimatMu yang suci. Suburkan mereka dengan keturunan yang membesarkan asmaMu. Penuhi hidup mereka dengan amal saleh yang Engkau ridhai. Jadikanlah mereka, ya Allah teladan yang indah bagi manusia. &lt;br /&gt;Ya Allah, damaikanlah pertengkaran di antara kami, pertalikan hati kami, dan tunjukkan kepada kami jalan-jalan keselamatan. Selamatkanlah kami dari kegelapan kepada cahaya. Jauhkanlah kami dari kejelekan yang tampak maupun yang tersembunyi. Ya Allah, berkatilah pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, suami(istri) kami, keturunan kami, dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Pengasih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Disarikan dari: Khutbah-khutbah di Amerika karya Jalaluddin Rachmat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-7046457958644318219?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/7046457958644318219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=7046457958644318219&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/7046457958644318219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/7046457958644318219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2009/10/di-antara-tanda-tanda-keagungan-alloh.html' title='Khutbah Nikah'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SwjLZHo7HoI/AAAAAAAAAKE/zsZ0lK5_yHA/s72-c/DSCF6952.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-234891027291071800</id><published>2009-10-15T02:36:00.000-07:00</published><updated>2009-11-21T21:32:31.664-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Genap Satu Tahun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/St7HX9lkZZI/AAAAAAAAAEI/0yfKBETf32I/s1600-h/DSCF5721_exposure_resize.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/St7HX9lkZZI/AAAAAAAAAEI/0yfKBETf32I/s200/DSCF5721_exposure_resize.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394968618119488914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Ihsan permata hatiku&lt;br /&gt;hari ini genap satu tahun usiamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun rasanya tak perlu kita buat "acara"&lt;br /&gt;karena itu adalah budaya "mereka"&lt;br /&gt;(bukankah kita tidak diperkenankan menyamai mereka?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai penggantinya&lt;br /&gt;pada hari ini aku persembahkan blog ini buatmu&lt;br /&gt;walau hanya dapat tersaji dengan sederhana&lt;br /&gt;dan meski dikau belum dapat membacanya&lt;br /&gt;(bukankah Ihsanku lebih senang untuk akrab dengan huruf hijaiyah terlebih dahulu?&lt;br /&gt;yang setiap berangkat tidur engkau belajar mengenalnya)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-234891027291071800?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/234891027291071800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=234891027291071800&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/234891027291071800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/234891027291071800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2009/10/genap-satu-tahun.html' title='Genap Satu Tahun'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/St7HX9lkZZI/AAAAAAAAAEI/0yfKBETf32I/s72-c/DSCF5721_exposure_resize.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-3527042543004246168</id><published>2009-10-15T00:08:00.000-07:00</published><updated>2011-07-10T23:01:01.114-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Wahai Sang Istri ....</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-kQRR2iXNS4M/ThqRjOmr4JI/AAAAAAAAAPI/9D_BX29aIJQ/s1600/cium%2Btangan.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 135px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-kQRR2iXNS4M/ThqRjOmr4JI/AAAAAAAAAPI/9D_BX29aIJQ/s200/cium%2Btangan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5627970718754660498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Apakah akan membahayakan dirimu, kalau anda menemui suamimu dengan wajah yang berseri, dihiasi senyum yang manis di saat dia masuk rumah.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah memberatkanmu, apabila anda menghapus debu dari wajahnya, kepala, dan baju serta mengecup pipinya.?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda akan merasa sulit, jika anda menunggu sejenak di saat dia memasuki rumah, dan tetap berdiri sampai dia duduk.!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tidak akan menyulitkanmu, jika anda berkata kepada suami : Alhamdulillah atas keselamatan Kanda, kami sangat rindu kedatanganmu, selamat datang kekasihku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdandanlah untuk suamimu, harapkanlah pahala dari Allah di waktu anda berdandan itu, karena Allah itu Indah dan mencintai keindahan- pakailah parfum, dan bermake up-lah, serta pakailah busana yang paling indah untuk menyambut suamimu. Jauhi dan jauhilah bermuka asam dan cemberut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah anda mendengar dan menghiraukan perusak dan pengacau yang akan merusak dan mengacaukan keharmonisanmu dengan suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah selalu tampak sedih dan gelisah, akan tetapi berlindunglah kepada Allah dari rasa gelisah, sedih, malas dan lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah berbicara terhadap laki-laki lain dengan lemah-lambut, sehingga menyebabkan orang yang di hatinya ada penyakit mendekatimu dan mengira hal-hal yang jelek terhadap dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalulah berada dalam keadaan lapang dada, hati tentram, dan ingat kepada Allah setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringankanlah suamimu dari setiap keletihan, kepedihan dan musibah serta kesedihan yang menimpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suruhlah suamimu untuk berbakti kepada ibu bapaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didiklah anak-anakmu dengan baik. Isilah rumah dengan tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir, perbanyaklah membaca Al-Quran.&lt;br /&gt;Hilangkanlah dari rumahmu alat-alat musik dan alat-alat yang bisa merusak agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunkanlah suamimu untuk melaksanakan shalat malam, doronglah dia untuk melakukan puasa sunat, ingatkan dia akan keutamaan bersedekah, dan jangan anda menghalanginya untuk menjalin hubungan siraturrahim dengan karib kerabatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-3527042543004246168?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/3527042543004246168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=3527042543004246168&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/3527042543004246168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/3527042543004246168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2009/10/wahai-sang-istri.html' title='Wahai Sang Istri ....'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-kQRR2iXNS4M/ThqRjOmr4JI/AAAAAAAAAPI/9D_BX29aIJQ/s72-c/cium%2Btangan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-2044124064443582521</id><published>2009-10-15T00:01:00.000-07:00</published><updated>2009-11-21T21:33:36.512-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Wahai sang suami ....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SuEH1n_8qGI/AAAAAAAAAGw/ZoicokDkqoE/s1600-h/permata+hati.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SuEH1n_8qGI/AAAAAAAAAGw/ZoicokDkqoE/s200/permata+hati.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395602446418225250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Apakah membebanimu wahai hamba Allah, untuk tersenyum di hadapan istrimu dikala anda masuk ketemu istri tercinta, agar anda meraih pahala dari Allah?!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah membebanimu untuk berwajah yang berseri-seri tatkala anda melihat anak dan istrimu?!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah menyulitkanmu wahai hamba Allah, untuk merangkul istrimu, mengecup pipinya serta bercumbu disaat anda menghampiri dirinya?!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah memberatkanmu untuk mengangkat sesuap nasi dan meletakkannya di mulut sang istri, agar anda mendapat pahala?!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah termasuk susah, kalau anda masuk rumah sambil mengucapkan salam dengan lengkap : "Assalamu`alaikum Warahmatullah Wabarakatuh" agar anda meraih 30 kebaikan?!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membebanimu, jika anda menuturkan untaian kata-kata yang baik yang disenangi kekasihmu, walaupun agak terpaksa, dan mengandung bohong yang dibolehkan?!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanyalah keadaan istrimu di saat anda masuk rumah!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah melelahkanmu wahai hamba Allah, jika anda berdoa dan berkata : Ya. Allah perbaikilah istriku dan berkatilah daku pada dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan baik adalah sedekah. &lt;br /&gt;Wajah yang berseri dan senyum yang manis di hadapan istri adalah sedekah. &lt;br /&gt;Mengucapkan salam mengandung beberapa kebaikan. &lt;br /&gt;Berjabat tangan mengugurkan dosa-dosa. &lt;br /&gt;Berhubungan badan mendapatkan pahala.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-2044124064443582521?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/2044124064443582521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=2044124064443582521&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/2044124064443582521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/2044124064443582521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2009/10/wahai-sang-suami_15.html' title='Wahai sang suami ....'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/SuEH1n_8qGI/AAAAAAAAAGw/ZoicokDkqoE/s72-c/permata+hati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3671098464674245544.post-4130301728208888674</id><published>2009-10-14T23:47:00.000-07:00</published><updated>2009-11-21T21:33:55.488-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Birul Walidain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Sudahkah kita bahagiakan mereka?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFzEESzqI/AAAAAAAAABI/0oQoD-wI8Pw/s1600-h/petani.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 172px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFzEESzqI/AAAAAAAAABI/0oQoD-wI8Pw/s320/petani.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392715084878499490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sudahkah kita sering berkunjung untuk menghilangkan rindunya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;rindu sekedar untuk bertemu dengan buah hati kebanggaannya&lt;br /&gt;yang dulu dikandungnya dengan susah payah&lt;br /&gt;dilahirkan dengan bertaruh nyawa&lt;br /&gt;disusui dengan segenap kasih sayangnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibu,&lt;br /&gt;beliau yang pertama terbangun ketika dulu kita menangis di tengah malam&lt;br /&gt;yang bersegera mengganti popok basah kita agar kita segera merasakan kenyamanan&lt;br /&gt;yang merelakan menaruh piringnya demi membersihkan buang air besar kita&lt;br /&gt;yang senantiasa berjaga dibelakang kita ketika kita berlatih berdiri&lt;br /&gt;dengan sabar beliau lakukan walau letih menyusupi seluruh tubuhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bapak,&lt;br /&gt;beliau yang menghitam kulitnya untuk mencukupi makan minum kita&lt;br /&gt;yang merahasiakan penyakitnya demi membayar biaya sekolah kita&lt;br /&gt;yang rela menghinakan diri kepada orang lain demi keberhasilan kita&lt;br /&gt;dengan tegar beliau lakukan meski harus berhadapan dengan siapapun juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini,&lt;br /&gt;setelah kita berhasil menjadi sosok yang diharapkannya&lt;br /&gt;kebanyakan kita justru lupa&lt;br /&gt;untuk mengunjunginya selalu saja terhalang kesibukan bisnis kita&lt;br /&gt;tercegah cuti yang tidak jadi kita lakukan karena kepadatan pekerjaan kita&lt;br /&gt;bahkan untuk menyempatkan menelfonnya pun kadang waktu kita tidak ada &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara,&lt;br /&gt;setiap hari kita bisa berwajah manis pada rekan bisnis, kolega, rekan kerja, atasan, bawahan&lt;br /&gt;setiap hari terbiasa telefon, sms dengan teman sesama alumni, teman kuliah kita&lt;br /&gt;setiap pekan atau bahkan lebih dari itu terbiasa berkumpul dengan teman sehobi kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saudaraku,&lt;br /&gt;mereka tidak mengharap balas jasa dari kita&lt;br /&gt;mereka sekedar rindu untuk bertemu dengan kita&lt;br /&gt;sekedar ingin tahu kabar kebahagiaan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selagi kesempatan masih ada&lt;br /&gt;bersegeralah untuk memperhatikannya&lt;br /&gt;bersegeralah untuk mengunjunginya&lt;br /&gt;bersegeralah untuk membahagiakannya&lt;br /&gt;karena kesempatan itu belum tentu masih panjang&lt;br /&gt;suatu saat pasti kita harus berpisah dengannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3671098464674245544-4130301728208888674?l=abuihsanfamily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/feeds/4130301728208888674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3671098464674245544&amp;postID=4130301728208888674&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/4130301728208888674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3671098464674245544/posts/default/4130301728208888674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abuihsanfamily.blogspot.com/2009/10/sudahkah-kita-bahagiakan-mereka.html' title='Sudahkah kita bahagiakan mereka?'/><author><name>Abu Ihsan Sutino</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14868885982990194409</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFUTK_srI/AAAAAAAAAAo/6QvCr2Ig6Jk/S220/tino2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2TY5aNPfdhs/StbFzEESzqI/AAAAAAAAABI/0oQoD-wI8Pw/s72-c/petani.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
