Mengenai Saya

Foto Saya
Abu Ihsan Sutino
Solo, Jawa Tengah, Indonesia
Melalui blog ini, saya sampaikan sesuatu dari saya maupun saya teruskan dari orang lain yang saya berharap ada kebaikan yang dapat diambil darinya
Lihat profil lengkapku

Archives

Selasa, 26 Januari 2010

Sudahkah kita memikirkan akhirat….

Selasa, 26 Januari 2010 | 0 komentar

Sudahkah kita memikirkan akhirat….

Kapan kita sejenak berhenti memikirkan dunia….

Anak dan keluarga seperti apa yang kita harap….. jika kita tidak lebih baik…..

Jangan salahkan anak jika mereka meniru kita…….
 
Sudahkah hidayah datang ke kita????

Pernahkah kita berfikir??? Sampai dimana ilmu agama kita, sudahkan hidayah datang ke kita….

Sampai kapan kita terus menunggu…. Sekarang bukan saatnya menunggu, tapi kita yang harus mencari…..

Tolong jangan abaikankan email2 ini…… kl kita masih peduli dengan akhirat dan keselamatan keluarga kita…..

AYO BERGERAK….. 


Demikian isi salah satu email yang masuk ke Inbox saya hari ini. Terima kasih kawan, engkau telah memberi peringatan yang sangat bagus untukku. Semoga pada saatnya nanti Alloh SWT memberikan husnul khatimah kepada kita. Aamiin.

Email tersebut dilanjutkan dengan taushiyah dari ustadz Yusuf Mansur:


Pesan Kematian

"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh..." (An-Nisaa: 78).

ALKISAH ada seorang manusia yang berkawan dengan Malaikat Kematian. Karena merasa sudah akrab, manusia itu berpesan kepada malaikat tersebut, "Hai kawan, beritahu aku, ya, kalau sudah tiba saatnya kematian datang. Kabarkan jauh-jauh hari, biar aku ada kesempatan untuk mempersiapkan kematian datang."

Sang Malaikat Kematian tidak mengiyakan tapi tidak juga tidak menolak. Ia hanya tesenyum.

Dalam beberapa waktu lama, sang Malaikat tak datang berkunjung. Hingga suatu hari, malaikat tersebut mendatangi kawan tadi, dan memberitahukan bahwa jadwal kematiannya sudah tiba.

Marahlah kawan tersebut. "Bukankah sebagai sahabat engkau sudah aku minta untuk memberitahukan diriku?!!! Mengapa engkau lalaikan...?!!! Mengapa engkau lupakan...?!!!"

Sang Malaikat Kematian menjawab, "Tidak kawanku, tidak! Aku sudah memberitahumu sejak jauh-jauh hari. Aku juga sudah memperingatkanmu jauh-jauh hari sebelum kedatanganku ini."

"Ah, kamu bohong!"

"Tidak, aku tidak bohong. Lihatlah rambutmu yang mulai memutih. Lihatlah keriput di wajahmu yang mulai tampak. Rasakanlah bertambahnya kelemahanmu, seiring berkurangnya usia. Bukankah itu adalah peringatan kematian dariku...?"

Sang Malaikat Kematian terus saja bicara, "Hai kawan, belum lagi kematian satu-dua orang di sekelilingmu, dan pekuburan yang sering engkau lewati. Semuanya adalah peringatanku. Hanya engkau dilalaikan oleh duniamu, dan tidak memiliki hati yang bisa memahami...."

Sang kawan tetap marah. Dia lari meninggalkan sang Malaikat. Dan dia terus berlari, hingga sampai di atas gunung, dan bersembunyi di sebuah gua. Setelah merasa aman dari kejaran sang Malaikat Kematian, lalu dia beristirahat. Tapi tiba-tiba dia dikagetkan oleh sang Malaikat Kematian ternyata sudah lebih dulu sampai. Rupanya sang Malaikat sengaja menunggu kedatangannya!

Apa kata malaikat tersebut, "Hai kawan, jauh-jauh engkau lari dari diriku, padahal memang di sinilah aku ditugaskan untuk mencabut nyawamu!"



Saudara-saudaraku, pembaca ''Kajian Wisata Hati'' di mana pun Anda berada, dialog di atas digubah dari satu-dua riwayat hadis, di mana ada seseorang yang berlari dari kematian, menghindari kematiannya. Tapi ajal tetap menjemputnya. Bahkan kematian datang di tempat dia bersembunyi, di lokasi yang justru ia anggap aman.

Saudara-saudaraku, Malaikat Kematian memang tidak akan bicara apa-apa, tapi kematian sendiri memiliki banyak tanda. Bertambahnya usia saja sudah merupakan peringatan akan datangnya kematian itu sendiri. Sedangkan kalau Malaikat Kematian sudah datang, berarti selesailah riwayat kita sebagai manusia yang hidup, dan berarti tibalah juga masanya untuk mempertanggungjawabkan segala lelaku semasa hidup, dengan sebenar-benarnya pertanggungjawaban. Tidak akan ada yang bisa mengelak untuk kembali lagi ke dunia dan bermaksud memperbaiki kehidupan. Tidak bisa. Semua manusia yang mati hanya bisa menunggu nasib atas kehidupan yang telah terlewati. Bila Anda seorang yang ahli zina, dan belum bertaubat, maka tinggallah Anda menunggu apa keputusan Allah buat Anda.

Bila Anda ahli korupsi, ahli menipu, ahli makan harta haram, maka tinggallah Anda menunggu apa keputusan Allah buat Anda. Bila Anda ahli durhaka terhadap orangtua, bukan ahli mendoakan dan menyenangkan orangtua, maka tinggallah Anda menunggu apa keputusan Allah buat Anda.

Maka saudaraku, sekarang saatnyalah kita bertaubat. Memohon ampun atas semua kesalahan kita, dan segera menempuh langkah-langkah kebaikan. Keharusan bertaubat, serta menempuh langkah-langkah kebaikan, bertambah-tambah keharusannya, manakala kita menyadari, pesan-pesan kematian dan pesan-pesan ketidakgunaan harta, yang terus-menerus Allah sampaikan kepada kita. Lihat saja serangkaian musibah yang terjadi di negeri ini. Tidakkah semuanya menginsafkan kita akan datangnya kematian dan ketidakgunaan harta...?

Saudaraku, semoga kita bisa menyambut datangnya kematian, dan mengubah kehidupan, agar kehidupan kita terus membaik dan membaik. Baik kehidupan di dunia ini maupun kehidupan setelah kita meninggal kelak. Amin.

Sampai ketemu di pembahasan berikutnya. Insya Allah, kita akan membahas tentang "sesuatu yang bisa membuat Allah menunda kematian salah seorang di antara kita".

Salam, Yusuf Mansur

Salam Wisata Hati.



read more

Selasa, 29 Desember 2009

Bukan BERAT beban yang membuat kita stress

Selasa, 29 Desember 2009 | 0 komentar

"Bukan BERAT beban yang membuat kita stress, tetapi LAMAnya kita memikul beban tersebut." -Stephen Covey-


Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress,
Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya
kepada para siswanya: "Menurut anda, kira-kira
seberapa beratnya segelas air ini?"

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.
"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi
tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.

"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada
masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan
kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya
selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan
ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi
semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan
semakin berat."

"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat
laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu
akan meningkat beratnya." lanjut Covey.
"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas
tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya
lagi". Kita harus meninggalkan beban kita secara
periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu
membawanya lagi.

Jadi! sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban
pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok.
Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika
bisa.
Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya ...!
Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh,
tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.

read more

Berbagai Tips - Mudah-mudahan berguna untuk Kita semua

0 komentar


1. Nomor darurat .
Nomor darurat untuk telepon genggam adalah 112. Jika anda sedang di daerah
yang tidak menerima sinyal HP dan perlu memanggil pertolongan, silahkan
tekan 112, dan HP akan mencari network yang ada untuk menyambungkan nomor
darurat bagi anda, dan yang menarik,nomor 112 dapat ditekan biarpun keypad
dilock. Cobalah..
2. Kunci mobil ada ketinggalan di dalam mobil?
Anda memakai kunci remote?Kalau kunci anda ketinggalan dalam mobil dan
remote cadangannya di rumah, tinggal telpon orang rumah dengan HP, lalu
dekatkan HP andakurang lebih 30cmdari mobil, dan minta orang rumah untuk
menekan tombol pembuka pada remote cadangan yang ada dirumah (waktu menekan
tombol pembuka remote, minta orang rumah mendekatkan remotenya ke telepon
yang dipakainya)
3. Baterai cadangan tersembunyi
Kalau baterai anda hampir habis, padahal anda sedang menunggu telpon
penting, dan telpon anda dibuat olehNOKIA, silahkantekan *3370#, maka
telpon anda otomatis restart danbaterai akan bertambah 50%.
Baterai cadangan ini akan terisi waktu anda mencharge HP anda.
4. Tips untuk men-cek keabsahan
mobil/motor anda ( Jakarta area only)
Ketik :contoh metro b86301o (merah no polisi anda) Kirim ke 1717, nanti
akan ada balasan darikepolisian mengenai data2kendaraan anda, tips ini juga
berguna untukmengetahui data2 mobil bekasyang hendak anda beli/incar.
5. Jika anda sedang terancam jiwanya karena dirampok/ditodong seseorang
untuk mengeluarkan uang dari atm,maka anda bisa minta pertolongan diam2
dengan memberikan nomor pin secara terbalik,misal no asli pin anda 1254
input 4521 di atm maka mesin akan mengeluarkan uang anda juga tanda bahaya
ke kantor polisi tanpa diketahui pencuri tsb. Fasilitas ini tersedia di seluruh atm tapi hanya sedikit orang yang tahu tolong kasih tahu info kepada yang lain.

read more

Senin, 28 Desember 2009

Guru Favorit Anakku Bernama “SINETRON”

Senin, 28 Desember 2009 | 1 komentar

Kawan, kuyakin kalian semua tahu dengan makhluk yang kumaksud disini, SINETRON. Ya, sinetron dalam beberapa waktu terakhir menjadi acara favorit disemua kalangan umur dan strata kehidupan ni negeri ini. Kehadiran sinetron dilayar kaca, dirumah-rumah kita bagaikan munculnya cendawan di musim hujan. Sinetron menjadi acara wajib yang pasti ada di setiap stasiun televisi di negeri ini, baik stasiun TV swasta atu bukan. Dan secara lambat namun pasti sinetron telah menjelma menjadi sesuatu yang tak terpisahkan dari kehidupan kita dan tentunya memberikan pengaruh dan warna dalam kehidupan kita, positif atau negatif!!

Kawan,mungkin diantara kalian masih ada yang merasa mendapat banyak manfaat dengan nonton sinetron, tapi dari yang kulihat dan kurasakan jauh lebih besar mudharat yang lahir dengan banyaknya sinetron beredar di negeri ini. Betapa tidak,,akan coba kuceritakan pada kalian apa yang kurasakan…..

Pertama, frame yang dimunculkan sinetron adalah bahwa dalam hidup ini yang ada hanya masalah saja, yang mendominasi hanya kejahatan saja. Silakan lihat tema yang diangkat di semua sinetron yang beredar, kalu bukan pertengkaran suami istri, kalau ga dendam tak tertuntaskan, perang antara orang tua dan anak, tipu muslihat merebut pasangan orang, atau tema-tema lain, yang semuanya memperlihatkan betapa buruknya perilaku orang-orang dinegeri ini. Secara tidak disadari ini menjadi salah satu faktor yang membentuk karakter anak-anak muda di Indonesia. Bisa kita lihat betapa banyak tema-tema yang diangkat dalam sinetron “dipraktekkan” dalam dunia nyata, yang anak melawan orang tuanya, yang istri minta cerai hanya karena alasan sepele atau yang lainnya walaupun jujur aku tak punya data pastinya, tapi aku yakin 100% itu ada

Kedua, sinetron menjadi teladan cara bertindak dan bersikap yang tidak benar. Kawan, cobalah kalian lihat, mana karakter kepribadian yang ditampilkan dalam sinetron-sinetron itu yang adalah kepribadian timur,apalagi kepribadian islam??sedikit sekali kawan!!yang anak sudah ngomong “loe-gua” sama bapaknya, yang istri sudah tak lagi menaruh hormat pada suaminya, kalo lagi stress tinggal datang ke bar dan langsung teler, narkoba jadi teman pengusir galau, dan banyak lagi kalau disebut satu persatu. Kau tahu kan kawan, salah satu karakter manusia yang dikaruniakan Allah adalah meniru. Jadi perilaku yang sudah menyimpang dari budaya islam dan budaya timur ini lambat laun ini menjadi sesuatu yang biasa dalam kehidupan kita

Ketiga, banyak diantara para tokoh dalam sinetron yang memperlihatkan cara berpakaian dan berpenampilan yang tidak pantas, terutama para pemeran wanita. malas aku mengumbar cerita tentang ini, tapi kuyakin kalian semua tahu tentang ini. Kalian lihat, orang disekeliling kita, atau mungkin kita sendiri,betapa banyak yang berpenampilan dengan meniru gaya mereka yang ada disinetron. Bahkan cara berpenampilan tidak benar yang dicontohkan ini sudah mengakar dalam hidup masyarakat negeri ini, anak-anak sampai yang sudah tua, di kota sampai pelosok kampung, orang kaya dan orang miskin.

Kawan!!!akhirnya kuingin mengajak kalian merenung. Akan jadi apa-apa kira2 negeri kita 10-20 tahun kedepan dengan generasi yang dibangun oleh tontonan sekualitas sinetron seperti sekarang. Akan jadi apa negeri kita yang generasinya dibangun atas oleh sesuatu yang dipenuhi kepura-puraan. Ketika aku dulu berumur 5-6 tahun, dimana ketika itu belum banyak beredar sinetron, tontonanku masih banyak acara yang “anak-anak banget” seperti Si Komo dan Si Unyil, tapi aku sudah merasa kalau generasi sepantaranku sekarang sudah banyak yang rusak, mungkin juga aku sendiri. Nah dapat kau bayangkan kawan, kalau adik-adik kita,anak-anak kita yang masih belum mengerti apa-apa sekarang, yang mungkin ngomong pun masih cadel sudah disuguhi beragam sinetron, siang dan malam, akan jadi apa negeri ini beberapa tahun kedepan?? Bukan tak mungkin kawan kehidupan negeri ini 10-20 tahun ke depan akan sekacau atau sepalsu kehidupan dalam dunia sinetron!!

Kutulis ini, jujur akupun belum punya solusi lain. Aku tidak punya power untuk menyingkirkan sinetron-sinetron itu dari TV-TV di rumah kita. Ku hanya berharap dengan yang kutulis ini ada diantara kita yang tersadar dan berusaha menghindarkan diri kita, terutama adik2 dan anak2 kecil kita dari tontonan yang minus nilai pendidikan ini. Tentu kita tidak ingin adik2 kecil kita hancur moral dan adabnya gara-gara kebanyakan mengonsumsi sinetron. Semoga!!!

Oleh: Adi Putra (oase iman era muslim)

read more

Rabu, 25 November 2009

Istriku Yang Punya Uang

Rabu, 25 November 2009 | 0 komentar

Abdillah HM
Tangerang, Banten

Aku hanyalah seorang guru pada sebuah madrasah aliyah swasta di Tanggerang, Banten. Sebagai guru pada sekolah yang tidak terlalu maju, tentu saja gajiku pun tidak seberapa. Meski demikian, aku setiap hari berangkat mengajar dengan mobil. Aku sudah pernah sekali berumrah dan sekali berhaji. Rumah keduaku, labih bagus dari rumahku yang pertama. Sedangkan hampir semua teman sesama guru tidak merasakan "kelebihan" yang kumiliki.
Bagi orang yang belum kenal saya, mungkin merasa aneh dengan kehidupanku. Tapi rekan-rekan guru di madrasah semuanya sudah maklum, bahwa semua fasilitas yang kumiliki itu adalah hasil dari kerja keras istri keduaku, Asriani. Aku menikah dengan Asriani sebagai istri kedua pada tahun 1999 lalu. Ketika itu usia kami terpaut tiga, aku 42 sedangkan Asriani 39 tahun.
Ceritanya bermula dari perjalananku mengunjungi seorang teman di Surabaya dengan kereta api. Di sampingku duduk seorang perempuan yang belakangan diketahui bernama Asriani. Semula aku tak menyangka kalau Asriani, belum menikah. Betapa tidak, pribadinya yang terlihat matang, terpelajar, punya usaha perdagangan yang maju dan berusia hampir 40 tahun. Sebelum berpisah di Stasiun Pasar Turi, Asriani mengundangku datang ke kantornya di Jalan Mayjen Soengkono, jika urusan silahturahim teleh selesai.
Seperti tak bisa menahan keinginan, kesesokan harinya aku datang ke kantor Asriani. Benar saja, perusahaan Asriani lumayan maju dengan karyawan yang cukup banyak. Di ruang kerjanya, aku bertanya, mengapa belum juga menikah? Padahal tak ada lagi yang menjadi beban dalam hidup kamu. Jawaban yang dilontarkan Asriani cukup mengagetkan, bahwa dia yakin tak ada laki-laki yang mau menjadi suaminya. Menurutnya, laki-laki yang sukses seperti dia tentu tak mau memperistrinya karena sudah pasti mereka sudah menikah. Dan jika mereka mau menikah lagi, yang dipiluh mereka adalah perempuan muda dan bersedia "disimpan". Sedangkan laki-laki dengan status ekonomi di bawahnya, tentu segan untuk mempersunting dirinya. "Kecuali, Anda mau menjadi suamiku," tantang Asriani tanpa basa-basi.
Akupun menanggapi serius "tantangan" Asriani ini. Kebetulan istriku, sudah lama mempersilahkan aku menikah lagi jika memang ada yang cocok. Keikhlasan istriku itu tentu dilatarbelakangi oleh pendidikan keluarganya yang cukup baik soal agama.
Aku dan Asrianiya akhirnya menikah. Sebagai istri yang sudah memiliki penghidupan sendiri, Asriani tentu tidak menuntutku memenuhi berbagai kebutuhan ekonominya. Bukankah dia sendiri telah memiliki segalanya?
Jadi, sesungguhnya, yang memiliki uang adalah istri keduaku yang sudah menjadi pengusaha sukses sebelum kami menikah.

Oleh: Abdillah HM
Sumber: www.poligamiindonesia.com

read more

Curhat - BERI AKU SUAMI

0 komentar

dr. Yossie

Perawan Tua. Sebutan itu begitu menakutkan bagi setiap perempuan, terutama mereka yang bekerja dan lulusan perguruan tinggi, yang sebelumnya menolak menikah dengan alasan studi atau karir. Hasilnya tragis, karena mereka harus menjalani hidup tanpa pernikahan. Seperti penuturan dr. Yossie -sebut saja begitu- wanita asal Sumatera Selatan ini.

Sebagai wanita yang tambuh di kota, aku memimpika gelar tertinggi dalam dunia pendidikan. Juga, tak bisa dipungkiri, aku juga ingin hidup sebagai seorang istri dan ibu di masa datang. Akan tetapi, pada waktu itu dunia pendidikan merupakan prioritas di atas segalanya hingga aku menolak keinginan untuk segera menikah.
Aku akhirnya sukses menggondol dua gelar sarjana kedokteran dari sebuah perguruan tinggi ternama di Jakarta. Dengan gelar itu, berakhirlah jerih payah perjalanan studiku selama ini.
Kini muncul masalah baru, aku mulai dilanda kesepian. Aku sadar bahwa aku sangat ingin berumah tangga. Pintu lamaran memang telah dibuka oleh orangtuaku. Namun, setiap kali seorang pemuda memberanikan diri untuk maju, ia segera mundur karena persyaratan dan kriteria yang ditetapkan oleh aku dan orangtua. Orangtuaku sangat menyayangiku, dan demi menghormati suatu hak, mereka tak ingin memaksakan sesuatu yang tidak aku maui.
Delapan tahun sudah gelar dokter kusandang. Kini aku telah melewati ambang usia tiga puluhan. Tiga tahun lalu, suatu kejutan terjadi, ketika pelamar terakhir datang. Kebetulan ia memenuhi segala kriteria sebagi calon suamiku.
Tapi rupanya ia juga punya hak menetapkan kriteria calon istrinya. Karena itu tak heran kalau ia juga mundur setelah tahu usiaku sebenarnya. Bahkan dengan terus terang ia katakan, "Aku tak ingin seorang perempuan yang usianya sekarang dengan usia manopausenya hanya tersisa sedikit saja".
Tampaknya, aku harus mengalami kenyataan pahit. Aku sadar, bahwa usiaku kini memasuki kriteria perawan tua. Dulu aku yang menetapkan sejumlah syarat dan kriteria semasa usia keeamasanku, aku sedikit jual mahal karena posisiku pantas untuk itu. Kini, justru para pria yang menetapkan sejumlah syarat dan kriteria kepadaku.
Pukul tujuh pagi adalah waktu yang sangat menyesakkan dan selalu membuatku menangis. Aku naik kendaraan dan menyetir sendiri pergi ke tempat praktekku, sebuah puskesmas di Cibinong, Bogor. Tempat praktekku itu bagaikan penjara sekaligus kuburanku. Sesampai di tempat praktek, aku jumpai para perempuan dengan anak-anak mereka yang telah menantiku. Anak-anak itu memanggil ibu mereka :"mama ... mama ..." Sebutan itu begitu nikmat di telingaku. Mereka memandang jubah putihku seakan-akan busana sutera dari Persia. Padahal bagiku, jubah itu bagaikan pakaian berkabung.
Aku memasuki ruang kerjaku, lalu kukalungkan stetoskop. Alat ini sepertinya seutas tali yang mencekik leherku. Mendekati usia empat puluh, "tali" itu seperti makin kencang melilit leherku. Memang, pendidikan telah membekaliku wawasan dan pengetahuan. Akan tetapi, setiap wawasan dan pengetahuan itu bertambah, bertambah pula kenginanku menjadi seorang istri dan ibu.
Profesi dan pekerjaan memang telah memberiku harta yang cukup. Rumah, mobil, berwisata dan mencari kesenangan bisa kulakukan dengan uang yang ada. Tapi saat ini kusadari, bahwa kebahagiaan seorang perempuan adalah perkawinan. Setiap kali aku melihat seorang perempuan bersama anak-anaknya, aku selalu bertanya-tanya kepada diriku, "Mengapa aku dilarang dari kenikmatan itu?" Para istri yang telah memiliki semua kenikmatan itu : suami dan anak-anak. Sudihkah kalian membagi sedikit saja kenikmatan itu dengan ku? Jika kalian mau membagi, ambillah semua ijazahku, piagam penghargaanku, gelarku, jubah putihku, semua harta dan kesenangan semuku dan berikan aku suami, lalu perdengarkan kepadaku panggilan : ‘Duhai Mama'!.

Sumber: www.poligamiindonesia.com

read more

Search on web

Memuat...

My Family

Buku Tamu


ShoutMix chat widget

Buat pembaca

Jika diperlukan, konten blog ini dapat dicopy. Lebih baik lagi jika diberikan link balik.
 

My link



Copy kode di bawah dan masukkan di blog anda